Kebiasaan Tak Sarapan Pagi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Senin, 12 Agustus 2019 | 11:13
Medical News Today

Kebiasaan melewatkan sarapan pagi bisa tingkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, sarapan dengan mengkonsumsi makanan tinggi protein ternyata dapat membantu menurunkan berat badan.

Studi menunjukkan, bahwa pelaku diet yang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein saat sarapan terbukti mampu menangkal rasa lapar, mengurangi napsu makan dan mampu menghilangkan lemak sambil tetap mempertahankan massa otot yang bebas lemak.

Salah satu sumber protein yang bagus dikonsumsi saat sarapan adalah telur ayam.

Peneliti di Pennington Biomedical Research Center melakukan penelitian pada wanita yang mengonsumsi 2 butir telur saat sarapan.

Hasilnya, wanita yang mengkonsumsi telur saat sarapan selama 5 kali dalam seminggu dan diterapkan selama 2 bulan, bobot tubuhnya berkurang sebanyak 65% dan lingkar pingkar pinggang menyusut sebanyak 83%.

Baca Juga: Tragis, Youtuber Lutfi Ramadhan Tewas Ditempat Setelah Terlindas Truk

Sarapan menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes

Kebiasaan tak sarapan, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, menemukan bahwa orang yang tak sarapan pagi berisiko 30% lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan orang yang selalu sarapan pagi.

Adapun studi lainnya yang menunjukkan, bahwa sarapan dapat membantu melindungi tubuh dari risiko diabetes tipe 2.

Sarapan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh

Tidak menyantap sarapan, dapat membuat tubuh sulit untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan.

Halaman Selanjutnya

Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang sarapan lebih…
Tag

Sumber WebMD, Mayo Clinic, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia