Find Us On Social Media :

Studi: Penyakit Autoimun Multiple Sclerosis Ternyata Bisa Diprediksi Sebelumnya

Masalah multiple sclerosis dapat diprediksi sebelumnya. Tepatnya 5 tahun sebelum penyakit ini muncul.

 

GridHEALTH.id -  Multiple sclerosis (MS) atau sklerosis ganda adalah penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Penderita Multipe Sclerosis, Sinar Matahari dan Vitamin D3 Kurangi Angka Kekambuhan

Kerusakan mielin ini bisa menghalangi sinyal-sinyal saraf yang dikirim melalui otak dan mengakibatkan komunikasi antara otak dengan bagian-bagian tubuh menjadi terganggu.

 

Dalam situs WebMD disebutkan, penyakit MS adalah penyakit jangka panjang dan bisa memengaruhi otak, sumsung tulang belakang, dan saraf optik di mata.

Karenanya, orang yang menderita penyakit ini akan mengalami gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan dan koordinasi, gangguan kognitifkontrol otot, dan fungsi dasar tubuh lainnya.

Penyebab MS masih misterius, tetapi faktor genetik dan lingkungan ikut berpengaruh. MS terjadi ketika sistem imun kita menyerang material lemak selubung saraf yang disebut myelin.

Derajat keparahan penyakit ini juga bervariasi, ada orang yang gejalanya hanya ringan dan tidak butuh terapi apa pun. Sementara ada juga pasien yang mengalami kelumpuhan sehingga sama sekali tidak bisa beraktivitas.

Baca Juga: Diabetes Tipe 1 Banyak Diderita Sejak Balita, Ini Cara Menghindari Risiko Komplikasi

Menurut hasil penelitian dari Universitas British Columbia dikatakan, masalah MS dapat diprediksi sebelumnya. Tepatnya 5 tahun sebelum penyakit ini muncul.

 

Peneliti bisa memprediksi beberapa tanda penyakit ini yang bisa dilihat sebelumnya. Diantaranya adalah adanya gangguan sistem saraf seperti rasa sakit atau masalah tidur.

Baca Juga: Ternyata Lutut Sehat Bebas Artritis Didapat Dari Olahraga Teratur

"Keberadaan tanda peringatan ini terkait juga dengan penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson, tetapi ada sedikit investigasi ke pola yang sama untuk Multiple sclerosis," kata pemimpin penelitian, Helen Tremlett dari Divisi Neurologi di Universitas British Columbia, Kanada, dikutip dari The New York Times (10/12/2018).

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Multiple Sclerosis, tim memeriksa catatan kesehatan dari 14.000 orang dengan penyakit ini dan membandingkannya dengan catatan kesehatan 67.000 orang tanpa penyakit.

Fibromyalgia atau suatu kondisi yang melibatkan nyeri pada fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang, ditemukan tiga kali lebih sering pada orang yang kemudian didiagnosis dengan MS.

Sindrom iritasi usus, migrain, gangguan mood atau kecemasan juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi di antara kelompok penderita MS.

Baca Juga: Pakai Masker Kunyit di Area Mata 10 Menit, Lihat Hasilnya Mengejutkan!

Tim peneliti mengakui perlu adanya penelitian lebih lanjut, namun mengatakan temuan ini bisa saja dijadikan acuan para dokter untuk mendiagnosis penyakit MS dan memulai perawatan lebih awal sehingga dapat memperlambat kerusakan yang disebabkan pada otak dan sumsum tulang belakang.(*)