Find Us On Social Media :

Prihatin Dengan Anak Keturunannya Kelak Bermain di Laut yang Dipenuhi Sumber Penyakit, Hamish Daud Niat Kurangi Sampah Plastik, Ternyata Ada yang Bisa Recycle, Cek Kodenya!

Hamish Daud tak ingin anak keturunannya kelak bermain di laut yang dipenuhi sampah sumber penyakit.

GridHEALTH.id - Sebagai aktivis lingkungan, Hamish Daud berupaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di lautan.

Baca Juga: Sempat Koma hingga Hilang Ingatan, Siapa Sangka Wajah Hamish Daud Pernah Diganti dengan Besi

Pria ini melakukan berbagai cara untuk mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

"Kita ini negara maritim, banyak orang lupa dengan itu. Makanya setiap saya traveling, terutama saat diving tak lupa membersihkan laut dengan cara selalu membersihkan sampah yang ada di laut," ungkap suami penyanyi Raisa ini, seperti dikutip dari Kompas.com (7/8/2019) di bilangan Jakarta Selatan

Memang, sampah-sampah plastik di laut bukan saja merusak alam bawah laut, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup biota laut. Beberapa kali ditemukan hiu mati terdampar dengan kondisi banyak sampah di dalam tubuh.

Selain bergerak sendiri, Hamish juga mendirikan sebuah yayasan yang di bidang kelestarian laut. Lewat yayasan tersebut Hamish mengajak seluruh komponan masyarakat untuk mencintai laut dengan tidak mencemarinya.

"Namanya Indonesian Ocean Pride. Lewat yayasan itu saya memiliki misi untuk mengajak masyarakat kembali peduli dengan laut dengan tidak membuang sampah (plastik) ke laut dan menggunakan peralatan yang bisa di recycle dalam kehidupan sehari-hari," sambungnya.

Melalui Indonesian Ocean Pride Hamish banyak terlibat untuk mengedukasi dan memberi inspirasi kepada khalayak agar tidak mengotori laut.

Baca Juga: Gelar Syukuran 7 Bulan, Puput Nastiti Devi Tampil Pakai Kebaya dengan Perut Makin Membuncit, Tidurnya Jadi Serba Salah

Plastik memang berbahaya, bukan saja buat lingkungan, tapi juga buat tubuh. Banyak bahan plastik, terutama wadah yang digunakan untuk menempatkan makanan.

Padahal kita tahu bahwa plastik tidak bisa terurai dalam waktu yang singkat melainkan butuh waktu hingga puluhan tahun agar ia bisa menyatu kembali dengan tanah.

Baca Juga: Tampilan Baru Habiskan Rp 1,1 Miliar, Nikita Mirzani Tak Takut Bisa Bahaya Operasi Plastik: 'Makanya Jangan di Klinik Biasa!'

Belum lagi bahan kimia yang terkandung dalam plastik ternyata dapat bocor atau terlarut ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman yang ditempatinya, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang, seperti kanker.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti tentang kode plastik mana saja yang aman untuk digunakan berulangkali, untuk mengurangi sampah plastik. 

Juga perlu dipahami bahwa tidak ada produk plastik yang benar-benar aman pada semua kondisi (terutama saat digunakan untuk makanan panas).

Nomor yang tertera pada kode recycle tersebut menunjukkan jenis bahan plastik yang digunakan dan menunjukkan tingkat potensi bahayanya terhadap kesehatan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kode recycle pada bahan plastik;

Baca Juga: Pakaiannya Dinilai Tak Rapi Saat Penunjukkan Sebagai Wakil Menteri, Temannya Berkilah, 'Itu Untuk Menutupi Kakinya yang Kena Polio', Seperti Apa Penyakitnya?

 

Kode recycle #1, menggunakan bahan PETE/PET (Polythylene Terephalate). Biasanya digunakan untuk botol plastik transparan seperti botol air kemasan, botol jus dan sebagainya.

Botol dengan bahan plastik berkode #1 ini dianjurkan hanya untuk sekali pakai saja dan tidak boleh digunakan untuk air hangat apalagi air panas. Sebaiknya, buang botol-botol yang sudah lama atau kusam.

Kode recycle #2, menggunakan bahan HIDPE (High Density Polyethylene) yang biasa digunakan untuk botol atau kemasan yang berwarna putih susu, seperti pada kemasan susu cair. Botol dengan bahan inipun sebaiknya hanya digunakan sekali pakai saja.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Penderita Multipe Sclerosis, Sinar Matahari dan Vitamin D3 Kurangi Angka Kekambuhan

Kode recycle #3, menggunakan bahan V (Vinyl) / PVC (Polyvinyl Chloride) yang sangat sulit untuk didaur ulang.

Jenis plastik ini biasanya ditemukan pada plastik pembungkus (wrap) dan botol-botol minuman. Kandungan PVC yaitu DEHA yang ada pada plastik dapat bocor dan masuk ke dalam makanan berminyak apabila dipanaskan.

PVC juga sangat berbahaya untuk organ dalam terutama ginjal dan hati.

 

Kode recycle #4, menggunakan bahan LDPE (Low Density Polyethylene) yang biasanya digunakan pada plastik yang lembek.

Plastik dengan bahan ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang yang memerlukan kelenturan tapi tetap kuat, dan juga baik untuk tempat makanan.

Baca Juga: Bule Ini Akui Punya Kenangan Romantis Yang Menyehatkan Otak Dengan Susi Pudjiastuti; 'I Call Her Putri Laut'

 

Kode recycle #5, menggunakan bahan PP (Polypropylene) dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk tempat atau kemasan makanan dan minuman terutama botol minum bayi.

Peralatan yang mengandung bahan ini cenderung memiliki karakteristik botol yang transparan tetapi tidak bening (berawan).

 

Kode recycle #6, menggunakan bahan PS (Polystyrene) yang biasa dipakai pada tempat makanan dari styrofoam, tempat minum sekali pakai dan lain-lain.

Baca Juga: Diciduk Beserta Barang Bukti Alat Kontrasepsi dan Celana Dalam, Polisi Beberkan Identitas PA, Sudah Jadi Model Sejak Kecil

Bahan ini bisa membocorkan bahan styrene ke dalam makanan ketika bersentuhan. Polysterene sangat berbahaya bagi otak dan sistem saraf, sedangkan styrene dapat juga dijumpai pada asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Tempat makanan dengan bahan berkode ini harus sangat dihindari, bahkan di beberapa Negara maju pemakaian bahan styrene sudah dilarang termasuk salah satunya Cina.

 

Kode recycle #7, menggunakan bahan lain / Others atau Polycarbonate / PC. Bahan ini sering ditemukan pada tempat makanan dan minuman olahraga.

Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yakni Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Jadi, sebaiknya hindari alat-alat berbahan polycarbonate.

Baca Juga: Pamer Hasil USG, Jerinx SID Akui Bisa Berhubungan Intim 11 Kali dalam Semalam di Usia 42 Tahun, Sehatkah?

Untuk amannya,  sebaiknya memang kita menghindari penggunaan alat-alat berbahan plastik mengingat di luaran sana masih banyak produk plastik yang tidak mencantumkan kode recycle sehingga cukup sulit untuk diketahui bahan yang dipakai.

Lebih baik gunakan peralatan berbahan dasar keramik, gelas atau pyrex.(*)