Find Us On Social Media :

Terapi Listrik Pulihkan Penderita Anoreksia yang Nyaris Tinggal Tulang, Disetrum Sampai Mau Makan

Terapi listrik telah digunakan untuk mengobati penderita kelainan makan, misalnya anoreksia.

GridHEALTH.id - Anoreksia nervosa atau anoreksia adalah kelainan pola makan yang membuat seseorang mengalami kelaparan atau tindakan menurunkan berat badan secara berlebihan. 

Baca Juga: Hilangkan Daki di Kulit yang Membandel dengan Terapi Garam Dapur Hanya Dalam Waktu 5 Menit, Buktikan!

Penurunan berat badan secara ekstrem pada orang dengan anoreksia  dapat mengakibatkan masalah kesehatan hingga dampak yang paling parah adalah  kematian.

Orang dengan penyakit anoreksia  sering kali merasa lapar tetapi tetap menolak untuk makan.

Mereka memiliki ketakutan yang berlebihan akan menjadi gemuk dan merasa diri mereka gemuk walaupun sebenarnya mereka masih dalam kategori ‘normal’.

Orang-orang dengan penyakit anoreksia akan berusaha untuk memperbaiki ‘kekurangan’ yang dirasakannya tersebut dengan membatasi asupan makanan secara ketat dan berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badannya.

Guna menjaga bentuk tubuh tetap kurus, orang dengan anoreksia akan sangat membatasi porsi makannya seminimal mungkin atau menggunakan obatan-obatan penekan nafsu makan hingga obat pencahar.

Baca Juga: Sakit Kepala Tak Pernah Berhenti, Waspadai Munculnya Tumor Otak

Ketakutan akan berat badan yang terus bertambah akan terus menghantui orang dengan anoreksia meski berat badannya sudah banyak berkurang.

Gangguan pola makan seperti anoreksia lebih banyak ditemukan pada kaum wanita daripada pria.

Baca Juga: Masih Percaya AIDS Bisa Menular Lewat Gigitan Nyamuk? Begini Fakta Penyebaran Virus HIV

Risiko untuk timbulnya gangguan makan ini lebih besar pada pemain film, model, penari, dan atlet di mana penampilan atau berat badan adalah sesuatu yang sangat penting.

Kelainan makan seperti anoreksia dan bulima telah ''menyakiti'' delapan juta orang di Amerika Utara. Kelainan ini juga membawa depresi dan tekanan emosi.

Mengutip dari Daily Mail,  saat ini penyembuhan untuk anoreksia nervosa dan bulimia bisa melalui terapi listrik berdaya ringan.

Perawatan ini bernama repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS). Metode rTMS ini bekerja dengan merangsang aliran listrik di otak.

Aliran listrik ini akan meredakan depresi yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya anoreksia dan bulimia pada diri seseorang.

Baca Juga: Lagi Soal BPJS Kesehatan, Menteri Terawan 'Tuding' Rumah Sakit Banyak Gelembungkan Biaya di Tindakan-tindakan Ini

Setelah satu orang wanita berusia 42 tahun mendapatkan rangsangan listrik lewat terapi ini sebagai perawatan untuk depresi, ia ternyata pulih dari bulima yang sudah ia derita selama 20 tahun.

''Terapi ini hanya akan digunakan apabila terapi lain seperti obat-obatan dan juga konseling tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga: Demam Bisa Menjadi Penanda Kehamilan, Begini Cara Mendeteksinya

Selain itu terapi ini juga akan bermanfaat untuk waktu yang lama dimana terapi lain biasanya hanya bertahan 5-6 bulan,'' kata Dr. Jonathan Downar, psikiater dari University of Toronto di Kanada.

Downar  menjelaskan hal ini pada pertemuan tahunan Society for Neuroscience. Untuk penelitian ini, Dr Jonathan merekrut 20 pasien bulimia dan dia memberikan rangsangan listrik ringan di bagian otak frontal lobe yang bernama dorsomedial prefrontal cortex.

Pemberian rangsangan listrik berdaya ringan ini dilakukan setiap hari selama satu bulan.

Hasilnya, hanya ada delapan pasien yang tidak mendapat perubahan apapun. Pasien lainnya mengaku kelainan makan tersebut berkurang 50% bahkan tidak dirasakan lagi.

TMS sendiri adalah metode baru dan melibatkan lempengan elektromagnetik yang ditempel di kepala.

Baca Juga: Mengungkap Resep Panjang Umur dari Penduduk 5 Negara, Mudah Ditiru !

Mengutip Live Science, TMS sendiri sudah disetujui badan makanan dan obat Amerika Serikat sebagai metode perawatan depresi. (*)