Perdarahan yang dimaksud tersebut adalah
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan mata (conjunctiva).
Saat itu terjadi, melansir MayoClinic, conjunctiva tidak dapat menyerap darah dengan sangat cepat, sehingga darah terperangkap.
Seseorang yang mengalaminya biasanya tidak menyadari kondisi ini terjadi.
Baru sadar terjadi saat bercermin.
Satu hal yang perlu diketahui, perdarahan ini sering terjadi tanpa membahayakan mata kita yang mengalaminya.
Jika mengalami tidak perlu mengobatinya.
Gejalanya memang acap kali mengkhawatirkan. Tapi perdarahan subconjunctival menghilang dalam waktu sekitar dua minggu.
Adapun gejala subconjunctival hemorrhage, adalah;
* Tanda yang paling jelas dari subconjunctival hemorrhage adalah bercak merah terang pada putih (sklera) mata.
* Terlepas dari penampilannya yang berdarah, subconjunctival hemorrhage seharusnya tidak menyebabkan perubahan pada penglihatan.
* Tidak ada rasa sakit.
* Satu-satunya ketidaknyamanan yang dirasakan adalah rasa gatal di permukaan mata.
Kapan harus ke dokter jika mengalami hal ini?
Baca Juga: Berantas Stunting; Pernikahan Dini Jadi Penyumbang Tingginya Angka Kurang Gizi di Temanggung