Find Us On Social Media :

Berantas Stunting : Kandungan Asam Lemak ASI Bantu Cerdaskan Anak

By Anjar Saputra, Sabtu, 1 Februari 2020 | 18:11 WIB

Penting untuk berantas stunting, asam lemak pada ASI ternyata bisa mencerdaskan anak.

GridHEALTH.id - Manfaat air susu Ibu (ASI) untuk tumbuh kembang bayi memang tidak bisa dipungkiri lagi.

Untuk itu penting sekali bagi para orangtua terutama ibu untuk selalu memberikan ASI pada bayinnya masing-masing.

Apalagi saat ini stunting tengah menjadi masalah kesehatan yang serius di banyak negara berkembang termasuk Indonesia.

Baca Juga: Berantas Stunting; Mi Instan Penyebab Kurang Gizi di Indonesia, Pedoman Gizi Seimbang Perlu Diterapkan

Dengan pemberian ASI yang cukup pada bayi setidaknya kita bisa membantu menghindari si Kecil dari risiko stunting yang diketahui sangat rawan terjadi di 1000 hari kelahiran buah hati. 

Terlebih sebuah penelitian mengungkapkan fakta bahwa kandungan asam lemak sehat dalam ASI mampu membantu mencerdaskan anak.

Dilansir dari sumber yang dihimpun Kompas.com, penelitian tersebut diketahui dilakukan di Ingris dan Spanyol.

Dimana para peneliti menemukan bahwa kandungan yang tinggi dari ikatan rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda seperti DHA, EPA, dan ALA, berhubungan langsung dengan perkembangan mental yang lebih baik pada anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga: 3 Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Kembangkan Gel Daun Mangga Obati Luka Diabetes

 

Dalam dua dekade belakangan penelitiannya, otak bayi menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan karena diberikan ASI ataupun susu formula yang sudah difortifikasi sehingga mengandung asam lemak tak jenuh ganda.

"Semakin lama seorang ibu dapat menyusui dengan ASI eksklusif, itu semakin baik. Tapi, jika untuk alasan tertentu sang ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi, maka mereka harus melengkapinya dengan susu formula yang mengandung rantai panjang asam lemak ganda," ungkap Dr Roya Samuel, dokter penyakit anak di Cohen Children's Medical Center di New Hyde Park, New York.

Baca Juga: Aneka Makanan Ini Akan Lebih Terasa Khasiatnya Jika Dimasak Terlebih Dahulu, Tomat Salah Satunya

Sehingga dalam hal ini, susu formula berfungsi hanya sebagai pelengkap, dan bukan pemenuh gizi utama untuk bayi.

Para peneliti dari Inggris ini menganalisis 107 bayi prematur dengan usia kelahiran 9 bulan.

Bayi-bayi ini telah diacak dan dibagi menjadi kelompok yang mengkonsumsi susu formula dengan asam lemak (tanpa disebutkan mereknya), dan kelompok lainnya dengan ASI dalam jangka waktu yang sama.

Baca Juga: Hati-hati, Risiko Mandul Sangat Tinggi Bagi Pria Yang Kurang Tidur

Selama pengujian ekstensif, para peneliti ini mengukur IQ, memori, perhatian, dan fungsi kognitif lainnya.
Anak-anak yang mengonsumsi susu formula dengan tambahan asam lemak ganda sebagai supplemen (pelengkap) menunjukkan peningkatan fungsi kognitif (fungsi otak), terutama untuk anak perempuan.

Bayi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keaksaraan, termasuk membaca dan mengeja ketika mereka sudah dalam usia sekolah.

Baca Juga: Masker Mulai Langka di China, Sampai Direbus Agar Bisa Dipakai Ulang

Jenis kelamin jelas berpengaruh pada perkembangan otak manusia, yang menggambarkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan dalam kerentanan otak dan gizi.

"Ada efek tertentu pada struktur saraf pendukung yang berbeda pada kedua jenis kelamin," kata Elizabeth B. Isaacs, peneliti senior di Pusat Penelitian Gizi Anak di University College London's Institute.

Meski demikian, ASI tetaplah merupakan makanan yang paling baik untuk tumbuh kembang bayi.

Penelitian di Spanyol menemukan bahwa adanya anak-anak yang mendapatkan ASI secara eksklusif memiliki perkembangan mental yang lebih tinggi.

Baca Juga: 10 Hari Lagi Virus Corona Diperkirakan Mencapai Puncaknya, Ini Siasat Menghadapinya

"Selain nutrisi pada susu, anak-anak menjadi lebih sehat dan cerdas juga karena proses menyusuinya. Menyusui secara eksklusif dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan anak secara alamiah," ungkap Samuels.

Melihat penelitian tersebut, tentu para orangtua atau ibu tentunya harus lebih semangat lagi dalam memberikan ASI kepada anaknya.

Baca Juga: 4 Penyebab Bau Kaki yang Sering Buat Risi dan Kurang Percaya Diri

Selain untuk mencegah stunting, pun juga kandungan asam lemak sehat dalam ASI bermanfaat dalam mencerdaskan buah hati nantinya.(*)

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Salam sehat. Pemberian ASI eksklusif pun tidak menjamin bayi bebas dari ancaman stunting. Faktanya, masih ditemukan bayi ASI yang mengalami weight faltering atau gagal tumbuh. Penyebabnya bukan ASI, tetapi lebih pada masalah pemberian ASI yang tidak tepat. Seperti yang dijelaskan oleh dr. Damayanti Rusli S, SpAK, PhD, anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gagal tumbuh adalah awal dari stunting. Orangtua tidak boleh lengah mengawasi perkembangan bayi sejak lahir. Jadi ketika bayi ASI mengalami penurunan berat badan, segera cari tahu penyebabnya. Jangan takut mencari donor ASI atau memberikan susu formula seandainya tidak ada perbaikan kondisi bayi setelah cara memberi ASI sudah diubah. #gridhealthid #inspiringbetterhealth #stunting #cegahstunting #bayi #ASI #bayiASI #ASIekslusif #beratbadanbayi #bayisehat #bayistunting #susuformula #GridNetwork

Sebuah kiriman dibagikan oleh GridHEALTH (@gridhealth_id) pada

 #berantasstunting