Find Us On Social Media :

Studi: Orang Indonesia Lambat Alami Penuaan Dibanding Eropa & Amerika

By Soesanti Harini Hartono, Senin, 17 Februari 2020 | 18:04 WIB

Menurut penelitian, kulit orang Indonesia lebih lambat mengalami penuaan dibanding mereka yang tinggal di Eropa dan Amerika,

Yaitu bahwa wanita postmenopause dengan lima gejala insomnia hampir 2 tahun lebih tua dari usia sebenarnya jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan tidur.

Baca Juga: Mitos Bikin Kulit Kering Terpatahkan, Ternyata Ini Manfaat Mandi di Malam Hari

 

Memang, penuaan dini menjadi momok bagi sebagian besar wanita di dunia, termasuk para perempuan Indonesia.

Namun ada kabar yang cukup menggembirakan mengenai hal ini. Ternyata penuaan kulit pada orang Indonesia terjadi lebih lambat dibanding orang Eropa dan Amerika.

Fakta ini disampaikan Dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, FINSDV, FAADV, Ketua Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (Perdoski), seperti dikutip dari fimela.com;

Menurut hasil penelitian yang dilakukannya, ada tiga faktor yang menyebabkan secara genetik orang Indonesia mengalami penuaan lebih lama.

1. Lapisan kulit orang Indonesia lebih tebal

Faktor paling menonjol adalah bahwa lapisan kulit orang Asia, khususnya Indonesia cenderung lebih tebal. Membuatnya lebih tahan banting terhadap polutan penyebab penuaan. Sehingga tidak mudah munculnya kerut.

Munculnya penuaan di kulit orang Asia lebih ke arah flek atau kulit menjadi kusam terlebih dahulu. Kerutan biasanya terjadi belakangan.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Kekurangan Lemak, Sulit Konsentrasi Hingga Sering Menggigil

 

Sementara, orang Eropa dan Amerika yang cenderung memiliki kulit putih justru akan mengalami kerutan terlebih dulu.