4. Mengikat air sehingga kotoran manusia menjadi lunak.
Contoh bahan makanan yang kaya serat larut adalah apel, wortel, jeruk, pisang, pir, anggur, pepaya, mangga, bit, kol, brokoli, jagung, kacang polong, kacang hijau, kacang-kacangan pada umumnya, havermout, biji wijen, agar-agar, dan rumput laut.
b. Serat makanan tak larut
Serat makanan tak larut air disebut demikian karena memang seratnya tidak dapat larut di air yang ada di saluran cerna.
Baca Juga: Mengenal Pemanis Buatan, Pengganti Gula yang Tetap Perlu Dibatasi
Baca Juga: Berantas Stunting; Saat Remaja Diet Sembarangan, Berpotensi Kelak Lahirkan Anak Stunting
Karena tak bisa larut air, maka jenis serat ini tidak membentuk gel. Selain itu, yang difermentasi di usus juga sedikit.
Meski begitu, kerja kelompok serat ini mempercepat waktu transit makanan dalam usus sehingga tak terjadi sembelit.
Dengan demikian, penyakit-penyakit, seperti ambeien atau wasir, divertikulosis, dan usus buntu bisa dihindari.
Yang termasuk serat tak larut adalah selulosa, sebagain besar kelompok hemiselulosa, dan lignin, bagian serat yang membuat bagian batang dari sayuran atau tanaman atau daun menjadi keras.
Contoh bahan makanan yang kaya serat tak larut adalah roti gandum, sereal, buah yang masih ada kulitnya, seperti apel, pir, kailan, bayam, kentang, tomat, wortel, kembang kol, kacang merah, jamur, jali, dan flaxseed.
Pantas diketahui, serat adalah bagian dari tumbuhan yang bisa dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat dan memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus.
Serat akan mengalami fermentasi di usus besar. Inilah yang kemudian membantu proses pencernaan pada tubuh kita setiap harinya.