Berbagai Negara di Dunia Berlomba Ciptakan Vaksin Virus Corona, Tapi Pakar Vaksin Malah Ragu Soal Ini

Senin, 30 Maret 2020 | 17:15
YouTube Kompas TV

Banyak negara berlomba-lomba membuat vaksin virus corona tetapi ada kekhawatiran nantinya tak semua orang bisa mendapatkan, terutama warga di negara-negara miskin.

"Tantangannya adalah memastikan ada cukup vaksin bagi orang-orang yang membutuhkannya, baik di negara kaya maupun miskin."

"Tentu saja saya cemas. Perbuatan negatif kerap muncul terhadap komoditas yang jumlahnya terbatas. Kita harus mengambil strategi yang tepat," kata dia.

Ketakutan Berkley bukannya tidak berasalan. Ketimpangan terjadi dalam penyebaran sejumlah vaksin penyakit sebelumnya.

Belakangan, koran Jerman, Welt Am Sontag, mengutip pejabat tinggi yang menyebut Presiden AS, Donald Trump, berusaha memastikan akses eksklusif bagi warga negaranya terhadap vaksin yang tengah dikembangkan perusahaan bioteknologi CureVac.

Namun pendekatan Trump terhadap perusahaan asal Jerman itu dikabarkan gagal.

Baca Juga: Dua Peneliti Universitas Airlangga Temukan Suplemen Lawan Virus Corona

Baca Juga: Studi: Virus Corona Ternyata Paling Menular di Minggu Pertama Gejala

Salah satu contoh nyata ketimpangan imunisasi terjadi dalam vaksin Hepatitis B, sebuah virus yang bertanggung jawab menyebabkan kanker hati, yang menurut WHO, daya infeksinya 50 kali lebih tinggi ketimbang HIV.

Pada 2015, diperkirakan 257 juta orang di seluruh dunia mengidap Hepatitis B. Imunisasi untuk menangkal penyakit mulai tersedia di negara-negara maju tahun 1982.

Halaman Selanjutnya

Namun pada tahun 2000, kurang dari 10%…
Tag

Sumber Reuters, WHO, drugfree.org, BBC, Guardian