Find Us On Social Media :

Waspada Baby Blues, Seorang Ibu Nekat Bunuh dan Buang Bayi ke Selokan

Ilustrasi bayi digenggam oleh sang ibu

GridHEALTH.id - Kasus ibu bunuh bayi kembali terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Pada Jumat (29/5/2020) pagi, seorang warga melaporkan adanya temuan mayat bayi di selokan di Desa Kerengas, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Tragis, Seorang Bayi di Kedoya Tewas Tersedak Pisang Akibat Ulah Ibunya

Saat ditemukan, mayat bayi tersebut memiliki luka sobek di bagian mulut dan pipi sebelah kanan, serta sudah tidak ada tali pusar, dilansir dari Kompas.com.

"Mayat bayi tersebut diperkirakan berumur 6-7 bulan dalam kandungan. Setelah bayi itu divisum kami menyerahkan kembali kepada kepala desa untuk dimakamkan," kata Kapolsek Suhaid Iptu Dayan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2020).

Tak lama setelah itu, aparat kepolisian menangkap seorang wanita muda berinisial M (18), karena diduga membunuh dan membuang bayinya yang baru lahir tersebut.

Baca Juga: Pertama Kali Ditemukan, Seorang Bayi Meninggal Akibat Virus Corona

Berdasarkan keterangan dari Dayan, kehamilan M disembunyikan.

"Kehamilan M ini disembunyikan, dan tidak diketahui oleh orangtua maupun teman-temannya," ujar Dayan.

Wanita itu pun mengakui perbuatannya, menganiaya dan membuang bayinya saat melahirkan di rumah teman prianya di Desa Kerengas, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu.

"Pasca melahirkan, M menganiaya bayinya. Setelah memastikan bayi sudah tidak bernyawa, M membuangnya di parit," ungkap Dayan.

Baca Juga: Anak Kelima Yadi Sembako Meninggal Dunia Sesaat Setelah Dilahirkan, Ini 3 Penyebab Umum Kematian Bayi Baru Lahir

Kasus ibu bunuh bayi semacam ini pun bukan sekali ini terjadi. Kasus ibu bunuh bayi pun sering kali dikaitkan dengan baby blues syndrome.

Baby Blues merupakan perubahan psikologis secara mendadak yang dirasakan seorang ibu usai melahirkan.

Baby blues juga dikatakan sebagai bentuk depresi pasca melahirkan yang paling parah.

Baca Juga: Studi Ungkap 40% Wanita Alami Depresi Pasca Melahirkan, Ini Penyebab dan Solusinya

Dilansir dari American Pregnancy Association, sekitar 70-80% dari semua ibu baru mengalami beberapa perasaan negatif atau perubahan suasana hati setelah kelahiran anak mereka.

Kendati demikian, tidak diketahui pasti penyebab pasti sang ibu mengalami baby blues.

Namun, hal ini bisa terjadi diperkirakan berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan lagi setelah bayi lahir.

Baca Juga: Efek Baby Blues, Aminah Bacok Suami Karena Dipaksa Berhubungan Intim Usai Melahirkan, Ini Kondisi Pascamelahirkan yang Seharusnya Diketahui Suami

Banyak hal yang dapat berkontribusi dalam perasaan seorang ibu baru, misalnya perubahan hormon yang dapat menghasilkan perubahan kimiawi di otak yang menyebabkan depresi.

Selain itu, jumlah penyesuaian yang terjadi setelah kelahiran bayi, bersama dengan gangguan tidur, gangguan rutin, dan emosi dari pengalaman persalinan itu sendiri.

Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Hindari Kematian Bayi Baru Lahir

Meski begitu, baby blues tidak selalu menimpa semua wanita yang baru saja melahirkan. 

Menurut National Health Service (NHS), depresi pasca melahirkan diperkirakan terjadi sekitar 1 dari 10 wanita.

Gejala baby blues umumnya terjadi empat sampai lima hari setelah kelahiran bayi, namun itu tergantung pada bagaimana kelahiran bayi, sebab bisa saja terlihat lebih awal.

Baca Juga: Tidur Terlentang Saat Hamil Timbulkan Risiko Keguguran, Ini Alasannya

Depresi pasca melahirkan juga bisa terjadi 2 hingga 8 minggu setelah kelahiran, meskipun kadang-kadang bisa terjadi hingga satu tahun setelah bayi lahir.

Tanda-tanda emosional depresi pasca melahirkan dapat meliputi kehilangan minat pada bayi, perasaan putus asa, tidak bisa berhenti menangis, perasaan tidak mampu mengatasinya, sulit berkonsentrasi, dan cemas berlebihan pada bayi.

Baca Juga: 1 dari 9 Wanita Mengalami 3 Jenis Depresi yang Rentan Dialami Ibu Pasca Melahirkan

Selain itu, juga mengalami ketidaksabaran, gelisah berlebihan, kelelahan, insomnia, dan sifat lekas marah.(*)

 #berantasstunting #hadapicorona