Find Us On Social Media :

Selain Peningkatkan Jumlah Kehamilan, Kematian Janin dalam Kandungan Meningkat selama Pandemi Covid-19

Kematian janin dalam kandungan meningkat saat pandemi Covid-19

Menurut Upik, umumnya, para ibu tahu jika mereka sedang hamil.

"Tapi mereka kebanyakan mengalami kematian janin di usia 12 minggu dampai 36 minggu," ujar dr. Upik, saat dihubungi lebih lanjut.

Ironisnya, para ibu hamil ini mengaku merasa takut ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19.

Selain itu, sebagian ibu hamil tidak percaya jika rumah sakit sudah memiliki prosedur pemeriksaan kehamilan di masa pandemi ini.

Baca Juga: Klaster Perkantoran Makin Bertambah, Kemenkes Wajibkan Kantor Miliki Tim Penanganan Covid-19

Adapun beberapa penyebab kematian janin dalam kandungan selama trimester pertama, menurut Upik, yaitu:

- Usia kurang dari 6 minggu, disebabkan oleh kelainan janin atau kelainan kromosom yang bisa disebabkan karena bawaan dari lahir, seperti proses pembelahannya yang tidak baik, atau kualitas sperma dan sel telur yang kurang baik.

- Usia 6-10 minggu, disebabkan oleh kelainan kromosom, infeksi, kelelahan, atau kontraksi yang menyebabkan pendarahan.

- Usia lebih dari 10 minggu, disebabkan oleh masalah pada ibu dan kelainan kromosom.