Find Us On Social Media :

Diabetes Tipe 2 Bisa Terjadi Pada Anak Hingga Remaja, Kenali Gejalanya

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol atau mencegah diabetes tipe 2 pada anak.

Gejala

Diabetes tipe 2 pada anak dapat berkembang secara bertahap sehingga tidak ada gejala yang terlihat. Terkadang, gangguan tersebut didiagnosis selama pemeriksaan rutin.

Anak-anak mungkin mengalami:

- Meningkatnya rasa haus dan sering buang air kecil. Gula berlebih yang menumpuk di aliran darah anak menarik cairan dari jaringan.

Akibatnya anak merasa haus dan terus minum serta buang air kecil lebih banyak dari biasanya.

- Kelelahan. Kekurangan gula dalam sel anak bisa membuatnya kelelahan.

- Penglihatan kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, cairan dapat ditarik dari lensa mata anak. Anak mungkin tidak dapat fokus dengan jelas.

Baca Juga: 7 Gejala Diabetes pada Anak dan Penyebabnya, Serta Pencegahannya

- Area kulit yang gelap. Sebelum diabetes tipe 2 berkembang, area kulit tertentu mulai menjadi gelap. Area ini sering ditemukan di sekitar leher atau di ketiak.

-Penurunan berat badan. Tanpa energi yang disuplai gula, jaringan otot dan simpanan lemak menyusut begitu saja.

Namun, penurunan berat badan lebih jarang terjadi pada anak-anak dengan diabetes tipe 2 dibandingkan pada anak-anak dengan diabetes tipe 1.

Kapan harus ke dokter

Temui dokter anak jika melihat salah satu dari tanda atau gejala diabetes tipe 2. Jika tidak  segera terdiagnosis, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan yang serius.

Skrining diabetes direkomendasikan untuk anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas yang telah mulai pubertas atau setidaknya berusia 10 tahun dan memiliki setidaknya satu faktor risiko lain untuk diabetes tipe 2.

Faktor risiko lain termasuk memiliki riwayat keluarga diabetes, ras bukan kulit putih atau memiliki tanda-tanda resistensi insulin, seperti bercak kulit yang menggelap di leher atau ketiak.