Find Us On Social Media :

Sejak Zaman Dahulu Sudah Ada Kosmetik Berbahaya Bagi Kesehatan, Menggunakan Bahan Berbahaya

Sudah sejak zaman dahulu, kosmetik menggunakan bahan berbahaya banyak dipakai perempuan.

GridHEALTH.id - Tahukah kosmetik sudah dikenal manusia sejak 100 tahun lalu.

Uniknya tidak saja zaman sekarang, sejak zaman dahulu sudah ada kosmetik berbahaya dan menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah kosmetik dan bermakeup pada zaman dahulu, yang mungkin jauh dari bayangan manusia modern sekarang ini.

Kosmetik dari lemon

Sepanjang era Elizabeth dan era Victorian sampai tahun 1900-an, kulit yang berwarna pucat merupakan simbol kehidupan yang kaya dan nyaman, sedangkan kulit cokelat dikaitkan dengan kelas yang lebih rendah.

Hal tersebut membuat banyak wanita Eropa kala itu berusaha membuat wajahnya sepucat mungkin menggunakan Lemon.

Tak seperti sekarang, lemon dulu digunakan untuk mengelupas kulit dan membuat kulit kering agar berganti warna lebih cerah dan pucat.

Baca Juga: 5 Hal Ini Jangan Sekali-kali Dilakukan Saat Perut Kosong, Bisa Fatal Akibatnya

Lipstik dari serangga

Lipstik menjadi populer di awal tahun 1910-an, ketika pemimpin gerakan suffragette seperti Elizabeth Cady Stanton dan Charlotte Perkins Gilman, mulai mengenakan pewarna bibir saat demonstrasi, sebagai bentuk emansipasi wanita dan pemberontakan perempuan.

"Bahan utama pewarnaan bibir berwarna merah adalah carmine, yang terbuat dari serangga cochineal," kata Ashley Miller, ahli rias dan fashion vintage dan editor di Flea Market Insiders.

"Jadi pewarna bibir kala itu pada dasarnya adalah darah kutu yang hancur, yang terdengar menjijikkan," ujarnya lagi.

Menghilangkan bulu dengan lilin

Baca Juga: Dermatitis Atopik Bikin Bayi Rewel, Lakukan Perawatan Rumahan Ini

Menggunakan lilin untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan adalah metode yang berasal dari Mesir kuno.

Meskipun begitu, wanita pada awal 1900-an menggunakan banyak jenis lilin untuk waxing bulu-bulu pada kaki, tangan, hingga ketiak.

Sebelum ada maskara, perempuan zaman dahulu bahkan menerapkan butiran lilin panas ke ujung bulu mata mereka agar terlihat lebih lebat dan penuh dalam waktu lama.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sebabkan Siklus Menstruasi Ribuan Perempuan Terganggu di Inggris, AS Investasi US$ 1,67 Untuk Teliti Hal Ini

Air mawar untuk toner wajah

Air mawar memiliki sejarah panjang yang digunakan untuk mengobati peradangan dan iritasi juga untuk menghidrasi dan mendetoksifikasi.

Air mawar juga digunakan sebagai toner wajah, pelembap, dan penghapus make up zaman dulu hingga kini.

Buah bit untuk blush on

Warnanya yang mewah membuat jus Bit dan buahnya digunakan sebagai blush on dan pewarna bibir era 1900-an.

Tak hanya itu, buah ini juga menjadi ramuan lipstik pertama loh.

Baca Juga: Dapat Telepon untuk Cek Status Vaksinasi Covid-19? Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Penipuan: 'Mohon Diabaikan!'

Boraks untuk pelembab

Boraks adalah mineral alami yang digunakan dalam deterjen, sabun tangan, dan produk pembersih lainnya.

Dahulu, orang menggunajan boraks sebagai bahan utama pelembap wajah.

Padahal zat ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan menimbulkan ruam jika digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ciri Kaki Diabetik yang Mesti Diwaspadai Penyandang Diabetes, Catat

Ekstrak bunga belladonna untuk melebarkan pupil

Pada 1910-an, wanita Italia menggunakan Belladona untuk melebarkan pupil mereka dan membuat mata mereka terlihat lebih lembut dan lebih gelap.

Padahal tahukah, jika ekstrak Belladonna, atropa belladonna, sangat beracun dan jika digunakan berkepanjangan dapat menyebabkan penglihatan kabur, denyut jantung cepat, muntah, halusinasi, dan hal-hal lain yang tidak kita inginkan.

Bunga ini dikenal sebagai bunga mematikan.(*)

Baca Juga: Disebut Bukan Ibu Sejati Usai Operasi Sesar, Cherly Juno: 'SC atau Normal, Keduanya Taruhan Nyawa Kok'

 

Artikel ini telah publish di nakita.id, dengan judul; Jangan Kaget! Ini Ramuan Make Up yang Digunakan Moms 100 Tahun Lalu, Bahannya Ada yang Berasal dari Serangga Lo