Find Us On Social Media :

Waduh, Dari Hasil Penelitian Terungkap Masyarakat Indonesia Tak Cemas Akan Bahaya Covid-19

Banyak warga Indonesia disebut tidak cemas dengan bahaya Covid-19.

GridHEALTH.id - Bahaya virus corona (Covid-19) yang penularannya saat ini sangat masif, rupanya tidak begitu membuat sebagian besar masyarakat di Indonesia merasa cemas.

Hal itu seperti diungkap penelitian terbaru yang dilakukan Jhons Hopkins University.

Dilansir dari Tribunnews.com (13/10/2021), studi tersebut meneliti perilaku masyarakat terhadap Covid-19.

Dimana dibandingkan negara lainnya, masyarakat Indonesia mempunyai level relatif lebih rendah terkait kecemasan dan ketakutan terhadap Covid-19.

Menurut Perwakilan Communication Science and Research Jhons Hopkins Center For Communication Program, Yunita Wahyu Nigrum, kurangnya kecemasan atau kekhawatiran ini berisiko menimbulkan dampak yang tidak baik.

Dimana masyarakat akan menjadi lengah terhadap protokol kesehatan.

"Jadi kalau melihat di sini itu, kalau orang semakin rendah memandang bahwa ini ancaman rendah, itu akan berakibat orang tersebut menjadi lengah. Tidak melihat Covid-19 berpotensi masih berisiko," ungkapnya dalam seminar virtual.

Baca Juga: 7 Atlet PON Positif Covid-19 Pulang ke Daerah Asal, Padahal Belum Selesai Isolasi di Papua

Namun perubahan perilaku telah terlihat di level individu, bahkan sudah bergeser menjadi norma sosial.

Berdasarkan pada penelitian yang sama, sebanyak 78% orang mengaku yakin dengan vaksinasi.

"Yang menarik di sini ada data yang menunjukkan 75% orang yakin bahwa hampir semua atau kebanyakan orang sekarang sudah divaksin," kata Yunita lagi.

Namun di sisi lain, perilaku menjaga jarak masih terhitung rendah.

Kemudian menghindari kontak, menurut penelitian, masih perlu dibudayakan untuk menjadikan norma sosial.

Karenanya terlepas dari itu, penting untuk diketahui protokol kesehatan sangat bermanfaat untuk mencegah penularan virus corona yang sangat sulit untuk diprediksi.

Baca Juga: DKI Jakarta Capai 0 Kasus Kematian Covid-19, Gubernur Anies Baswedan Bersyukur dan Ingatkan Hal Ini

Dimana saat ini siapa saja bisa terkena penyakit Covid-19.

Disebutkan di laman who.int (9/7/2020) berjudul "Coronavirus disease (COVID-19): How is it transmitted?", bahwa Covid-19 ditularkan melalui kontak langsung dengan tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi, baik yang dihasilkan melalui batuk maupun bersin.

Seseorang juga dapat terinfeksi dari dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus dan kemudian menyentuh wajah mereka misalnya mata, hidung, mulut.

Karenanya menjalankan protokol kesehatan seperti 5M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi) tidak boleh terabaikan meski sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.(*)

Baca Juga: Bukan Karena Covid-19, Paru-paru Gadis Ini Justru Rusak Akibat Vape