Find Us On Social Media :

Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes Jerman Minta Warga Tak Pilih-pilih Vaksin

Menteri Kesehatan Jerman meminta warga untuk segera vaksin Covid-19.

GridHEALTH.id - Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, membuat Menteri Kesehatan di negara tersebut mengambil tindakan tegas.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan kepada masyarakat, bahwa satu-satunya cara untuk tetap bisa bertahan adalah dengan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Booster Covid-19 Akan Dilakukan Setiap Tahun, Tapi Berbayar?

“Beberapa orang akan mengatakan ini sinis, tetapi mungkin pada akhir musim dingin ini, hampir semua orang di Jerman akan divaksinasi, pulih atau mati… Itulah kenyataannya,” kata Jens Sphan pada konfrensi pers di Berlin, Senin (22/11/2021).

Dia mengungkapkan, varian Delta yang menyebabkan gelombang keempat pandemi di negara tersebut, menjadi alasan mengapa vaksinasi Covid-19 sangat direkomendasikan. Dilansir dari CNBC, Rabu (24/11/2021), jumlah vaksinasi di Jerman menjadi salah satu yang paling rendah di Eropa Barat.

Baca Juga: Vaksin Pfizer, Efektif Melindungi Remaja untuk Jangka Panjang

Dilaporkan sekitar 68% orang dewasa telah divaksin lengkap dan hanya 7% yang menerima suntikan booster. Padahal booster sangat diperlukan, karena kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin Covid-19 berkurang setelah enam bulan.

Selain menyuruh warga untuk segera vaksin, Jens Sphan juga meminta agar masyarakat Jerman tidak pilih-pilih vaksin Covid-19 yang akan mereka gunakan.

Kanselir Angela Merkel juga mengeluarkan peringatan, menyatakan bahwa aturan Covid-19 yang saat ini berlaku tidak cukup untuk menghentikan gelombang keempat dan tindakan yang lebih kuat perlu diambil.

Baca Juga: Saat Eropa Kasus Covid-19 Naik, Selandia Baru Malah Cabut Pembatasan

“Kami memiliki situasi yang sangat dramatis, aturan saat ini tidak cukup,” kata Merkel dalam pertemuan para pemimpin partai konservatif Uni Demokratik Kristen.

Selama beberapa hari terakhir, Jerman sudah menerapkan aturan Covid-19 yang lebih ketat. Misalnya dengan memberlakukan pembatasan pada orang-orang yang tidak divaksinasi.

Baca Juga: Cara India Membuat Kasus Covid-19 Melandai, Meski Vaksinasinya Rendah

Angela Merkel mengatakan, tindakan tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan jika lebih banyak orang yang divaksinasi. Oleh karena itu, negara mempertimbangkan untuk mewajibkan staf rumah sakit untuk divaksinasi dan tes Covid-19 gratis akan dilanjutkan.

Disebutkan bahwa keragu-raguan terhadap vaksin Covid-19, menjadi penyebab negara di Eropa saat ini mengalami lonjakan kasus. Pemisahan penggunaan ruang publik pun terjadi, anatra orang yang sudah divaksin dan yang tidak.

Baca Juga: Covid-19 Selama Kehamilan Berisiko Kelahiran Mati Pada Bayi, Studi

Melansir Mayo Clinic, Rabu (24/11/2021), mendapatkan vaksinasi Covid-19 dapat melindungi diri sendiri dari paparan virus corona. Atau ketika terpapar, seseorang tidak akan mengalami gejala yang berat dan menyebabkan kematian.

Baca Juga: Afrika Minim Kasus Covid-19 Padahal Tanpa Prokes Ketat dan Gencar Suntikan, Diduga Karena Ini

Selain itu, vaksin Covid-19 juga mencegah penularan virus ke orang lain, sehingga dapat melindungi orang-orang di sekitar.

Vaksinasi Covid-19 memiliki manfaat lain, yakni mencegah virus menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bermutasi dan menjadi kebal terhadap vaksin.