Find Us On Social Media :

Ilmuwan Khawatirkan Varian Baru Covid-19, Ditemukan Pertama Kali di Bostwana

Varian Covid-19 B.1.1529 ditemukan di Afrika Selatan, Bostwana, dan Hong Kong.

GridHEALTH.id - Dunia saat ini masih berjuang untuk melawan varian Delta dari Covid-19. Namun belum lama ini, para ilmuwan memberikan peringatan mengenai varian Covid-19 yang baru.

Para ilmuwan mengatakan, varian baru Covid-19 ini dikhawatirkan dapat menodorong gelombang penyebaran lebih lanjut.

Baca Juga: Perlukah Tes Antibodi Sebelum Mendapat Suntikan Booster Covid-19?

Saat ini, terdapat 10 kasus di tiga negara yang telah dikonfirmasi oleh sekuensing genomic. Varian dengan kode B.1.1.529 memiliki 32 mutasi pada spike protein. Ini merupakan turunan dari varian B.1.1.

Melansir The National, Kamis (25/11/2021), mutasi pada spike protein dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan menyebar. Ini juga mempersulit sel kekebalan untuk menyerang patogen.

Baca Juga: Karena Hal Ini Masyarakat Perkotaan Ogah Ikut Vaksinasi Covid-19

Varian Covid-19 yang baru ini, pertama kali ditemukan di Botswana pada 11 November lalu dan terdapat tiga kasus yang sudah diurutkan.

Sedangkan enam kasus varian terbaru Covid-19 dikonfirmasi di Afrika Selatan, dan satu kasus di Hong Kong, di mana orang yang terinfeksi tersebut baru saja kembali dari Afrika Selatan.

Warga negara Hong Kong yang baru pulang dari Afrika Selatan ini, dikonfirmasi positif Covid-19 pada 13 November, ketika dia menjalani karantina.

Baca Juga: IDI Prediksi Pandemi Covid-19 Selesai Tahun Depan, Jusuf Kalla Sejak 2020 Sudah Memprediksi 2022 Berakhir

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, mengunggah rincian varian baru di situs berbagi genom. Dia menyebutkan kombinasi varian mutasi ini, sebagai hal yang mengerikan.

Tom Peacock menambahkan bahwa varian terbaru Covid-19 itu berpotensi menjadi lebih buruk daripada varian yang ada sebelumnya, termasuk varian Delta yang saat ini mendomansi dan menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara.

Dia menjelaskan, bahwa varian B.1.1.529 ini harus dimonitor, karena memiliki profil yang mengerikan.

Baca Juga: Kemenkes: Kasus Covid-19 di Indonesia Sebenarnya Bisa Sampai 16 Juta

“Ekspor ke Asia menyiratkan ini mungkin lebih luas daripada yang disiratkan oleh urutan saja. Juga panjang cabang dan jumlah mutasi lonjakan yang sangat tinggi menunjukkan ini bisa menjadi perhatian serius,” tulisnya dikutip dari Mirror, Kamis (25/11/2021).

Dia menambahkan, “Yang perlu ditekankan adalah jumlah yang sangat rendah saat ini di wilayah Afrika yang sampelnya cukup baik, namun sangat banyak yang harus dipantau karena profil spike yang mengerikan itu.”

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes Jerman Minta Warga Tak Pilih-pilih Vaksin

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan mereka sedang memantau dan menyelidiki varian baru Covid-19 tersebut.

Dr Meera Chand, Direktur Insiden Covid-19 di UKHSA mengatakan, penilaian menganai varian B.1.1.529 ini akan dilakukan dengan cepat, seperti varian Covid-19 lainnya.

“Karena sifat virus sering bermutasi dan acak, tidak jarang sejumlah kecil kasus muncul dnegan serangkaian mutasi baru. Setiap varian yang menunjukkan bukti penyebaran akan dinilai dengan cepat,” pungkasnya.