Find Us On Social Media :

Migrain Saat Orgasme Bisa Terjadi, Ternyata Sebagian Besar Diderita Pria

Hati-hati, migrain dapat terjadi saat berhubungan seks, khususnya saat akan orgasme, Perhatian tanda dan gejalanya.

GridHEALTH.id - Bicara mengenai hubungan seksual, selalu identik dengan manfaatnya yang baik untuk tubuh.

Akan tetapi, dibalik manfaat seks untuk manusia, ternyata bagi sebagian orang seks juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya adalah migrain dan sakit kepala.

Seks menyebabkan migrain tentu memiliki banyak faktor dan penyebab, sehingga diperlukan pemahaman lebih jauh untuk mengetahui pencegahannya.

Belum ada studi yang cukup mengenai seks dapat membantu meringankan migrain dan sakit kepala.

Bagi sebagian orang, menurut hasil penelitian disebutkan berhubungan seks dapat melegakan migrain, namun bagi sebagian lainnya aktivitas seksual dapat memperburuk kondisi migrain seseorang.

Kemungkinan besar seks membantu mengurangi migrain bagi beberapa orang dikarenakan hormon di dalam tubuh, mulai dari gairah seksual yang meningkat sehingga memicu pelepasan hormon endorfin di dalam otak, sehingga bisa mengurangi rasa sakit.

Seks menyebabkan migrain didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang yang sedang bercinta dan dalam kondisi bergairah, tiba-tiba harus merasakan kepala berdenyut hebat sebelum atau saat akan orgasme.

Kondisi ini tentu menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman karena rasa sakit atas migrain yang dialami akibat berhubungan seks bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Migrain akibat seks dapat digolongkan tidak berbahaya dan jarang terjadi, namun mungkin untuk terjadi, oleh karena itu perlu dikenali lebih dalam.

Selain migrain mendadak, sakit kepala atau nyeri di kepala dan leher yang menumpuk pada saat akan orgasme juga dialami oleh sebagian orang.

Kemungkinan terjadinya migrain akibat seks beraneka ragam, dapat terjadi satu kali serangan, menyerang periode selama enam bulan, hingga bersifat kronis karena sudah terjadi selama lebih dari satu tahun.

Baca Juga: Posisi Seks yang Cocok Untuk Ibu Menyusui, Tanpa Khawatir Terluka dan Terasa Sakit

Baca Juga: Pria Suka Vagina yang Sehat dan 'Mengigit', Begini Cara Mendapatkannya

 Migrain akibat dari seks memiliki beragam penyebabnya, di mana berdasarkan penelitian menunjukkan dominan terjadi pada pria dan saat sudah terjadi dapat berulang sakitnya.

Beberapa jenis risiko penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi dari migrain akibat seks adalah pendarahan otak, tumor, pendarahan ke dalam cairan tulang belakang, dan jantung koroner.

Ciri lainnya yang perlu dilakukan oleh seseorang untuk menemui dokter adalah saat seseorang sudah mengalami:

- Penurunan kesadaran,

- Kehilangan sensasi, muntah,

- Leher kaku, otot menjadi lemah,

- Kelumpuhan sebagian atau seluruhnya,

- Sakit parah yang berlangung lebih dari 24 jam, dan kejang.

Biasanya kondisi kronis yang perlu penanganan medis dan menimbulkan risiko keparahan karena adanya kondisi yang mendasari, sehingga diperlukan pengobatan dan pemeriksaan panjang.

Meskipun migrain saat akan orgasme dapat terjadi berulang, namun tidak perlu khawatir selama tidak ada kondisi yang mendasarinya, karena dokter biasanya dokter hanya akan meresepkan obat pencegahan yang diminum teratur untuk mencegah migrain saat seks dan akan orgasme.

Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah menjadi peran yang lebih pasif saat sedang berhubungan seks untuk menghindari terjadinya migrain, komunikasikan permasalahan ini kepada pasangan.

Baca Juga: Waspadai Migrain Seperti Ini, Bisa Jadi Gejala Awal Tumor Otak