Find Us On Social Media :

Pelebelan BPA, Faktanya Potensi Membahayakan Kesehatan Kecil

Risiko senyawa BPA yang larut dalam air minum dalam kemasan.

“Sebenarnya kalau secara durability (plastik ber-BPA) bagus, cuma ada kelemahan dari BPA itu. Jadi plastik atau kemasan yang ada BPA-nya itu, akan rusak pada suhu yang cukup tinggi,” kata Setyawati kepada GridHEALTH.id, Sabtu (270/8/2022).

 Baca Juga: Tak Hanya di Plastik, Senyawa BPA Juga Ada di Kemasan Berbahan Ini

Lebih lanjut, ia juga menjelasakan ada kemungkinan larutnya senyawa kimia tersebut, terutama pada produk yang mengandung air.

Senyawa BPA yang larut dalam air berbentuk molekul atau ukurannya terbilang sangat kecil.

“Ada yang dikenal dengana keterlarutan dalam air. Jadi, ketika bahan yang mengandung BPA itu tercelup air, berkontak dengan makanan kita, lalu makanan kita agak berair,” kata Setyawati.

“Itu, akan ada sebagian dari BPA yang sebenarnya bahan padat, tapi ada sebagian yang melarut, molekul-molekulnya sangat kecil, larut di dalam air,” sambungnya.

Potensi Membahayakan Kesehatan Kecil

Yang menjadi pertanyaan, seberapa besar persentase kelarutan BPA di kemasan plastik ke dalam produk pangan?

Dijelaskan, berdasarkan teori, yang ada senyawa BPA yang mungkin larut ke dalam air berkisar 0,3 ptm atau 0,3 gram per liter.

“Tiga bagian dari satu juta bagian. Jadi, sebenarnya kecil sekali ya,” ujarnya.

FDA Amerika Serikat juga menyebutkan, bahwa kemungkinan berpindahnya senyawa BPA dari kemasan plastik polikarbonat ke air atau produk pangan lain, hanya sedikit.

Mereka menyebutkan, seseorang bahkan butuh menelan 1.300 pon makanan atau minuman yang dibungkus dengan wadah polikarbonat setiap hari untuk mencapai tingkat asupan aman yang sudah ditetapkan.

Jadi seseorang tidak akan terdampak oleh BPA dalam satu kali konsumsi makanan atau minuman yang dikemas dalam plastik polikarbonat.(*)

Baca Juga: Inilah Risiko Botol Plastik PET atau Sekali Pakai Bagi Kesehatan