Find Us On Social Media :

Berasal dari Wilayah dengan Angka Stunting Tertinggi, Nono Justru Juara Matematika Kalahkan 7000 Peserta dari Berbagai Negara

Nono menjadi juara satu kompetisi matematika dunia mengalahkan peserta dari berbagai negara.

Selain mengalami kekurangan gizi, Nusa Tenggara Timur juga menjadi salah satu provinsi dengan prevalensi atau angka kejadian stunting tertinggi di Indonesia.

Data tersebut diperoleh dari hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dikeluarkan pada 2021 lalu.

Pengaruh Stunting Pada Otak

Stunting adalah kondisi kurang gizi kornis atau terjadi dalam waktu lama, mulai dari sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

Kebanyakan orang mengenal efek dari kondisi ini adalah membuat tubuh anak pendek. Itu memang salah satu ciri-ciri stunting.

Tapi lebih dari sekedar memengaruhi tinggi, stunting juga dapat berdampak pada perkembangan otak.

Melansir laman News Unair, bahkan otak menjadi organ tubuh pertama yang terpengaruh jika anak mengalami kekurangan gizi kronis.

Tubuh yang tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup, akan menyebabkan kerusakan perkembangan neural yang serius.

Pada akhirnya, ini akan menurunkan IQ atau kecerdasan intelektual seorang anak dan memengaruhi kemampuannya dalam belajar.

Tak hanya itu, kemampuan anak untuk memecahkan masalah dan mengingat pun juga cenderung lemah.

Akibatnya, anak stunting cenderung mengalami keterlambatan saat sekolah dan mempunyai performa akademik yang rendah.

Kemampuan matematika anak yang mengalami kondisi ini 7% lebih rendah dibandingkan dengan anak yang sehat.

Jika dibiarkan, ini akan berdampak pada kehidupannya di masa depan dan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang kurang berkualitas.

Tapi Nono membuktikan tidak semua anak NTT stunting, juga Keluarga sederhana bisa mencukupi kecukupan gizi anaknya dengan baik.(*)

Baca Juga: Anemia dan Stunting pada Anak Masalah Klasik Belum Terselesaikan, IronC Bisa Jadi Solusi?