Find Us On Social Media :

Tongue Tie dan Lip Tie pada Anak, Bolehkah Dilakukan Operasi? Ini Pertimbangannya

Anak dengan tongue tie dan lip tie, perlukah dioperasi? Simak beberapa pertimbangannya berikut ini.

GridHEALTH.id – Dalam kasus tertentu, seorang anak bisa mengalami kondisi yang sedikit berbeda pada lidah dan bagian bibir atasnya. Ini adalah kondisi yang disebut dengan tongue tie dan lip tie.

Sebagian orang menyebutkan kondisi ini dapat menjadi masalah untuk anak, sedangkan ada orang yang menganggap perlunya pembiasaan dan bimbingan agar gangguan akibat tongue tie dan lip tie dapat dikurangi.

Lalu, apakah tongue tie dan lip tie perlu dilakukan pembedahan? Simak berikut ini pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum melakukan tindakan tertentu pada anak dengan tongue tie dan lip tie.

Apa Itu Tongue Tie dan Lip Tie?

Tongue tie adalah istilah untuk kondisi bawaan umum di mana terdapat selaput (frenulum) di bawah lidah yang mengganggu pergerakan, dalam medis dikenal dengan ankyloglossia.

Sedangkan pada lip tie adalah kondisi saat selaput atau frenulum terdapat di bawah bibir rahang atas maupun di atas bibir rahang bawah yang mengganggu pergerakan bibir, karena terlalu besar atau kencang.

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Kembali Mencuat,  Begini Gejala dan Cara Mencegahnya

Ciri Anak Mengalami Tongue Tie dan Lip Tie

Anak yang mengalami tongue tie biasanya dapat dilihat dari adanya kesulitan saat anak menjulurkan lidah melewati gigi depan bawah atau saat mengangkatnya ke gigi atas. Ada juga yang memperlihatkan lidah bayi yang tampak berbentuk hati di ujungnya, karena selaput yang terikat kencang.

Sedangkan pada anak dengan lip tie maka cirinya akan terlihat adanya frenulum yang menonjol dan menyebabkan celah besar di antara dua gigi depan atas, sehingga menyebabkan celah besar dan resesi gusi dengan menarik gusi dari tulang jika tidak diangkat.

Perlukah Tongue Tie dan Lip Tie Dioperasi?

Dalam Panduan Praktik Klinis Ikatan Dokter Anak Indonesia (PPK IDAI) diakui masih banyak perbedaan pendapat mengenai kondisi tongue tie dan lip tie pada anak yang menganggap menjadi sumber sulit untuk menyusui atau sulit untuk berbicara.

Satgas ASI IDAI dalam PPK menyebutkan hanya 25% dari keseluruhan kasus yang mengalami kesulitan menyusui dan sebagian besar tetap dapat menyusu, tanpa kendala bila diberikan konseling dan pendampingan manajemen menyusui yang adekuat.

Disebutkan oleh RSUD Mardi Waluyo, Blitar melansir dari Hathaway & McCauley, ada beberapa pertimbangan tongue tie dan lip tie perlu dioperasi, yaitu:

Baca Juga: Anaknya Sempat Tak Bisa Menyusu Hingga Berat Badannya Turun, Presenter Ini Diberi Saran Operasi Demi Kesehatan Sang Anak