Find Us On Social Media :

Tak Hanya Faktor Usia, Orang dengan Kondisi Ini Berisiko Terkena Osteoporosis Lebih Dini

Seseorang dengan komorbid berisiko mengalami pengeroposan tulang.

Faktor Risiko Osteoporosis

Umumnya osteoporosis terjadi saat seseorang sudah berusia di atas 50 tahun, masuk kategori lanjut usia.

Baca Juga: Nyeri Sendi dan Tulang Belakang Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasinya

Namun, ada beberapa kondisi yang mengakibatkan seseorang mengalami pengeroposan tulang lebih awal dari seharusnya.

Umumnya berkaitan dengan penyakit komorbid yang mengharuskan mengonsumsi obat jangka panjang.

Misalnya, pada orang yang mengidap penyakit diabetes dan harus mengonsumsi obat kortikosteroid.

"Kortikosteroid itu bisa memengaruhi metabolisme tulang, sehingga tulangnya lebih mudah keropos," ujarnya.

Selain itu, pengeroposan tulang berisiko dialami oleh orang yang malas berolahraga, konsumsi alkohol, dan mempunyai penyakit ginjal.

"Punya penyakit ginjal, itu juga memengaruhi, karena biasanya kalau sakit ginjal bisa memengaruhi metabolisme kalium, fosfor di dalam tubuh," katanya.

Orang-orang dengan faktor risiko tersebut, dapat mengalami pengeroposan tulang sebelum usia 50 tahun.

"Tapi kalau tidak punya kondisi-kondisi seperti itu, umumnya pengeroposan tulang akan berjalan natural di atas 40 tahun," jelasnya.

Meski begitu, pemeriksaan mineral kepadatan tulang atau bone mineral density disarankan dilakukan.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti level kepadatan tulang, apakah masih aman atau justru sudah berisiko osteoporosis.

Terlebih karena saat memasuki usia 30 tahun, kepadatan tulang mulai mengalami penurunan. (*)

Baca Juga: Bukan Patah Tulang, Terungkap Penyebab Hidung Venna Melinda Berdarah, Beberapa Cara ini Bisa Jadi Pertolongan Pertama