Find Us On Social Media :

Mencegah Pendarahan, Lindungi Pengidap Hemofilia dari Kondisi Serius

Kelainan pada pembekuan darah membuat pengidap hemofilia bisa alami pendarahan berkepanjangan.

GridHEALTH.id - Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap tanggal 17 April. Penyakit pendarahan langka ini masih kurang mendapatkan perhatian.

Indonesia termasuk salah satu negara yang belum sepenuhnya aware terhadap penyakit ini, sehingga diagnosa dan perawatan belum berjalan maksimal.

Diperkirakan ada 27.636 kasus hemofilia di Indonesia. Akan tetapi, hanya sekitar 2.425 pasien yang telah mendapatkan diagnosa hemofilia A dan mendapatkan perawatan.

Jumlah tersebut masih sangat kecil, persentasenya tidak lebih dari 10 persen.

Padahal, diagnosa dan perawatan yang tepat dibutuhkan oleh pengidap penyakit ini untuk mencegah kejadian fatal yang dapat mengancam jiwa.

Apa Itu Hemofilia?

Jika masih belum tahu, hemofilia adalah kelainan pendarahan langka yang mengakibatkan darah tidak membeku dengan baik, ini sifatnya genetik.

Kondisi ini dialami oleh 1 per 10.000 orang. Sejauh ini, total kasusnya di seluruh dunia mencapai 400.000 orang.

Penyakit ini ditandai dengan pendarahan yang terjadi di sendi, otot, dan jaringan halus tubuh.

Penyebab hemofilia karena kerusakan gen yang berfungsi mengatur faktor pembekuan darah, yaitu Faktor VIII (hemofilia A) atau Faktor IX (hemofilia B).

Akan tetapi, ada juga yang disebabkan oleh mutasi spontan. Hanya saja, jumlahnya sepertiga dari kasus yang ada.

Penting Mencegah Pendarahan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa penyakit langka ini mengakibatkan darah tidak bisa membeku dengan baik.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Pengobatan Hemofilia, Kelainan Langka pada Darah