GridHEALTH.id - Tak bisa dipungkiri, dimasa pandemi ini kita dituntut untuk selalu menjaga kebersihan.
Hal ini tak lain dilakukan demi menjaga kesehatan dan terhindar dari paparan virus corona (Covid-19) yang semakin mewabah.
Salah satu yang penting untuk diperhatikan adalah penggunaan sabun, utamanya yang digunakan untuk mandi.
Sebab alih-alih terhindar dari penyakit, salah memilih sabun justru bisa membuat kulit menjadi kering.
Meski umumnya tidak membahayakan, namun kulit kering bisa sangat mengganggu, karena menyebabkan rasa gatal dan kulit tampak bersisik saat kita melihatnya di cermin.
Menurut Michele Farber, MD, dokter kulit bersertifikat di Schweiger Dermatology Group di New York City, AS, ada beberapa gejala kulit kering diantaranya rasa gatal, iritasi, kulit pecah-pecah, keketatan, rasa sakit, sampai berdarah.
Baca Juga: Jangan Sekali-kali Membawa dan Menyimpan Hand Sanitizer di Dalam Mobil
Baca Juga: Virus Corona Sembunyi di Sol Sepatu, Begini 3 Cara Menghilangkan SARS-CoV-2
Selain itu, kita dapat mengetahui kulit dalam kondisi kering dengan melihatnya.
Tampilan kulit kering kemungkinan lebih kasar atau bersisik, dan dapat mengelupas.
Kekeringan ini dapat terjadi pada kulit bagian tubuh tertentu, seperti tangan, atau paling umum di lengan dan kaki kita.
Tak berhenti di situ, jika kulit mengalami kekeringan, maka kita juga rentan mengalami gangguan kesehatan lainnya.
Pasalnya kemampuan perlindungan kulit kita menurun sehingga kulit lebih sensitif terhadap zat penyebab alergi dan iritasi.
Baca Juga: Seperti Tak Masuk Akal, Peneliti Ini Buktikan Bahwa Sapi hingga Anjing Rupanya Punya Indera Keenam
Seseorang dengan kulit kering juga lebih rentan mengalami kelainan kulit, dibandingkan dengan mereka yang kulitnya lembap.
Selain itu, kulit kering akan lebih rentan terhadap kuman, akibat mikrolesi yang dapat menjadi pintu masuk bagi kuman, yang mengakibatkan infeksi.
Untuk itu, penting bagi kita mencegah terjadinya kulit kering dengan memilih sabun yang tepat.
Memang saat ini banyaknya pilihan produk sabun sering sekali membuat kita kebingungan untuk memilih.
Baca Juga: Melayang di Udara, Ruang Tertutup Berpotensi Jadi Tempat Penularan Covid-19, Ini Saran Ahli
Namun melansir dari healthywomen.org, berikut 5 komponen yang mesti diperhatikan sebelum menggunakan sabun;
1. Detergen
Sabun yang memiliki kandungan detergen yang banyak sebaiknya kita hindari (ditandai dengan banyak busa).
Alih alih menarik kotoran dari kulit, sabun yang mengandung deterjen ini dapat menarik minyak alami kulit, sehingga membuat kulit kering.
Baca Juga: Kejutan Buat Jawa Barat, Secapa AD Jadi Kluster Baru, 1.263 Orang Positif Covid-19
2. Parfume
kita benar benar harus memerhatikan bahan dasar wewangian pada sabun mandi kita.
Jangan sampai parfume di sabun mandi kita terbuat dari bahan kimia sintetis penyebab kanker (seperti phthalates).
Eksposur terus menerus dari wewangian sintetis berbahaya ini, telah terbukti berdampak negatif pada sistem saraf pusat dan dapat memicu alergi, migrain dan gejala asma.
3. Paraben
Paraben adalah mimicker estrogen, artinya sekali dioleskan ke kulit, mereka akan masuk ke aliran darah, dan tubuh mengira bahan ini sebagai estrogen.
Ketika tubuh berpikir ada jumlah estrogen yang sangat tinggi di dalam aliran darah, maka tubuh akan bereaksi dengan berbagai cara.
Misalnya, mengurangi massa otot, meningkatkan timbunan lemak, menyebabkan pubertas dini, dan menganggu kesuburan pria dan wanita.
4. Sulfat
Zat kimia ini digunakan untuk menghasilkan busa dan gelembung dalam sabun.
Beberapa sulfat umum adalah SLS (sodium lauryl sulfate) dan SLES (sodium laureth sulfate).
Sulfat ini dapat menghilangkan minyak alami kulit, dan memicu iritasi bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau eksim.
Baca Juga: Dari Udara hingga Kentut, Beberapa Hal dalam Tubuh Manusia Ini Bisa Menyebarkan Virus Corona
5. Triclosan
Zat kimia ini paling sering ditemukan pada sabun antibakteri.
Studi terbaru telah menemukan bahwa triclosan sebenarnya memicu pertumbuhan bakteri yang resisten (kebal) terhadap pembersih antibiotik.
Ini juga menciptakan dioxin (dioksin), yaitu penyebab kanker.
Dioksin juga memiliki efek mengganggu sistem endokrin dan berdampak negatif pada fungsi tiroid.(*)
Baca Juga: Mengerikan, 12 Ibu-ibu Tani di Tasikmalaya Diserang Ratusan Koloni Tawon, 2 Orang Meninggal
#berantasstunting #hadapicorona
Source | : | healthywomen.org,The Insider |
Penulis | : | Anjar Saputra |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar