GridHEALTH.id - Penyakit TBC (tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan mematikan.
Menurut laman mayoclinic.org (3/4/2021), siapa saja bisa terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.
Penularan penyakit TBC sendiri terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi bakteri atau terpapar percikan droplet yang keluar dari pasien TBC.
Hal ini bisa saja terjadi ketika pasien TBC tersebut batuk, bersin, berbicara, bahkan bernapas sekalipun.
Karena penularannya yang mudah inilah, penting bagi kita untuk mencegah penyakit TBC menyebar semakin luas.
Melansir laman WebMD (16/12/2020), seseorang yang memiliki penyakit TBC aktif harus segera mendapatkan perawatan medis.
Perawatannya mungkin termasuk mengonsumsi sejumlah obat selama 6 sampai 12 bulan.
Pasien TBC harus meminum semua obat, seperti yang diresepkan dokter.
Bahkan jika sudah merasa lebih baik sekalipun.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan TB Aktif dan TB Laten, Gejala Hingga Cara Mendeteksinya
Bagi yang memiliki kuman TBC di dalam tubuh tetapi belum menjadi aktif, orang tersebut mengalami apa yang disebut dokter sebagai “TB laten”.
Orang tersebut tidak dapat menyebarkan penyakit ini kepada orang lain.
Meski demikian, dokter mungkin masih menyarankannya untuk minum obat agar kuman tidak aktif.
Berikut adalah beberapa cara mencegah penularan TBC yang perlu dilakukan pasien selama beberapa minggu pertama pengobatan atau hingga dokter mengatakan bahwa TBC yang dimiliki tidak lagi menular:
1. Minumlah semua obat sesuai resep, sampai dokter memberikan arahan pengobatan berikutnya.
2. Rutin melakukan konsultasi dengan dokter.
3. Selalu tutup mulut dengan tisu saat batuk atau bersin.
4. Simpan tisu yang sudah digunakan dalam kantong plastik, lalu buang.
5. Cuci tangan dengan air dan sabun setelah batuk atau bersin.
Baca Juga: Ketahui Kapan Baiknya Mendapat Vaksin BCG, Untuk Cegah Penyakit TBC
6. Jangan mengunjungi orang lain dan tetap berada di rumah.
7. Gunakan kipas angin atau jendela yang terbuka untuk mendapatkan udara segar.
8. Jangan menggunakan transportasi umum.(*)
Source | : | Webmd.com,Mayoclinic.org |
Penulis | : | Anjar Saputra |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar