Makanan yang tidak dicerna di usus halus, selanjutnya bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar dan menjadi feses.
Di dalam usus besar, terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses.
Selain pembusukan sisa makanan, bakteri tersebut juga menghasilkan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah.
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yakni usus buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir di anus.
Untuk bisa sampai ke usus besar, makanan memerlukan waktu sekitar 4-5 jam. Namun, sisa makanan hanya akan bertahan di sana selama 24 jam.
Di dalam usus besar, feses didorong secara teratur dan lambat oleh gerakan peristalsis, yang dikendalikan otot polos, menuju ke rektum.
Organ yang termasuk sistem pencernaan, seperti usus, tidak selalu bebas dari gangguan atau penyakit.
Beberapa masalah kesehatan ini paling sering terjadi di usus dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Ini merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi, membuat perut terasa mulas dan feses menjadi encer.
Diare terjadi akibat iritasi di selaput dinding usus besar. Salah satu faktor yang memicu diare, kebiasaan makan yang tidak higenis.
Sehingga, gerakan peristaltik usus menjadi tidak terkendali dan di dalam usus besar tidak terjadi penyerapan air.
Baca Juga: 10 Jenis Penyakit dan Kelainan Darah yang Sering Terjadi serta Gejalanya
Penulis | : | Nurul Faradila |
Editor | : | Poetri Hanzani |
Komentar