Find Us On Social Media :

Studi: Rutin Latihan Aerobik Kurangi Tingkat Depresi Pada Wanita

Kemungkinan depresi bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia

GridHEALTH.id- Di Amerika Serikat, sekitar 5-7% perempuan dewasa mengalami depresi setiap tahunnya. Mulai tingkat ringan hingga berat.

Di luar angka itu, setidaknya sekali seumur hidup, setiap perempuan pasti pernah mengalami depresi pada titik tertentu. 

Baca Juga : Hati-hati, Ternyata Stres Orangtua Berdampak Pada Kesehatan Anak

Kemungkinan  depresi bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Tak heran bila di usia lansia, malah banyak perempuan yang mengalami depresi.

Kabar baiknya, sebagian besar depresi dapat ditangani dengan berbagai cara. Contohnya lewat rutin melakukan aerobik.

Dalam sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di Milwaukee, 22 pasien perempuan yang didiagnosis dengan gangguan depresi diberikan pengobatan yang dimulai dengan 30 menit meditasi dilanjutkan 30 menit latihan aerobik.

Baca Juga : Skrining Bayi Baru Lahir Penting Agar Masalah Kesehatan Terdeteksi

Tiga puluh orang tanpa gejala depresi telah disiapkan untuk bertindak sebagai kelompok pembanding.

Dalam sesi meditasi, pasien diperintahkan untuk fokus dan diminta bernapas lebih lambat, dalam dan mengeluarkan semua pikiran yang mengganggu.

Pada akhir delapan minggu, pasien dinilai lagi untuk gejala depresi, dan ternyata gejala depresi mengalami penurunan rata-rata sebesar 40%.

Selain latihan, para pendamping juga memberikan motivasi, bahwa seperti halnya penyakit apa pun,  pencegahan bernilai lebih baik dari penyembuhan.

Baca Juga : Gangguan Pendengaran Langka, Tak Bisa Dengar Suara Lawan Jenis

Dalam kasus depresi, menjalani kehidupan dengan tujuan yang layak memberikan makna hidup dan kesenangan sejati.

Depresi bisa menjauh bahwa kita fokus mencari dan menanamkan nilai positif yang kita punyai daripada sibuk membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.

 

Memang, afirmasi pikiran di atas tak selalu sukses dari waktu ke waktu, dan terkadang kita lelah dengan upaya kita sendiri.

Baca Juga : Main Gadget Lebih Dari 7 Jam Sehari Ganggu Kesehatan dan Emosi Anak

Tetaplah berusaha nyaman dengan pikiran positif karena secara sadar ini sama dengan berlatih memberikan respons terhadap depresi.

Dengan kata lain, kita belajar untuk fokus pada pengembangan diri agar bisa  memblokir pemikiran negatif yang bisa membuat depresi.

Beberapa penelitian dan pengalaman telah membuktikan, menghadirkan "pikiran bahagia"bisa menjadi cara untuk meningkatkan suasana hati yang positif.

Di sini, triknya adalah untuk fokus pada pengalaman yang membahagiakan, alih-alih mengingat kenangan pahit dan buruk.

Baca Juga : Hati-hati, Sakit Jantung Ternyata Bisa Pengaruhi Kondisi Ekonomi

Penelitian terbaru menekankan pentingnya ingatan sebagai terapi untuk depresi. Pasien yang depresi dilatih untuk menggunakan satu atau dua teknik memori lainnya untuk memperkuat memori peristiwa bahagia dalam hidup mereka. (*)