Makanan ditempatkan pada kotak tertutup, lalu disimpan dalam kulkas dengan suhu di bawah 4 derajat celcius.
Ketika ingin memanaskan kembali, pastikan suhunya mencapai 74-80 derajat Celsius. Makanan yang dipanaskan lebih dari suhu tersebut dapat merusak kandungan gizinya.
Baca Juga: Waduh, Menurut Survei Murid Perempuan Indonesia Malas Mengganti Pembalut, Padahal Ini Risikonya!
Namun menurut dokter spesialis gizi klinis Diana Sunardi, tidak semua makanan yang dipanaskan nilai gizinya berkurang.
"Kalau sumber protein enggak masalah karena enggak rusak. Namun, kalau sayur, semakin dipanasin ya kandungan nilai gizi berkurang. Kalau mineralnya sih masih tapi vitamin dalam sayuran yang sedikit berkurang," kata Diana usai acara bersama Danone-Aqua di Jakarta.
Diana juga tidak terlalu mempermasalahkan sayuran yang dihangatkan untuk sahur. Yang penting, kata dia, masih ada kandungan serat dalam sayur yang dipanaskan.
"Agar asupan vitamin dalam tubuh tidak kurang, tinggal makan buah saja cukup," kata wanita yang sehari-hari beraktivitas di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Baca Juga: Pernah Dijuluki Wanita Terberat Se Asia, Penampilan Rajani Kini Bikin Pangling
Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal dari sayur yang kita santap, perlu memerhatikan cara memasak. Cara memasak terbaik untuk sayur adalah dengan menumisnya.
"Sayur itu yang paling baik kan ditumis, karena tidak direbus terlalu lama," saran Diana. (*)