Find Us On Social Media :

Tingkat Kesadaran Gizi Masih Rendah, Begini Cara Membaca Label Informasi Nilai Gizi pada Makanan

Membaca label nilai gizi pada makanan.

GridHEALTHid - Tingkat kesadaran gizi pada masyarakat nampaknya masih rendah dan perlu ditingkatkan lagi.

Sebab saat ini masih banyak orang yang belum melek akan kandungan gizi dari suatu produk makanan.

Hal tersebut terbukti saat seseorang membeli sesuatu, dimana mereka masih saja terpaku pada harga bukan membaca label informasi nilai gizi yang tertera pada suatu produk.

Baca Juga: Kurang Gizi atau Kelebihan Gizi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Kebiasaan ini tentu harus dirubah, karena ketika kesadaran gizi meningkat kehidupan seseorang pun akan lebih baik dengan kesehatan yang terjaga.

Untuk itu, adabaiknya mulai sekarang kita belajar bagaimana cara membaca label informasi nilai gizi pada produk makanan yang akan dibeli.

Dilansir dari Mayo Clinic, label makanan terdiri dari beberapa bagian, termasuk komposisi dan label informasi nilai gizi.

Namun, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan antara lain.

1. Ukuran penyajian

Baca Juga: Sempat Miliki Riwayat Penyakit yang Sama Dengan Ani Yudhoyono, Ibunda SBY Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

Periksalah ukuran per saji setiap produk, apakah sesuai dengan porsi atau tidak.

Jika yang apa yang kita konsumsi lebih banyak, berarti jumlah kalori dan nutrisi yang diperoleh dari makanan itu juga akan lebih besar.

Biasanya, ukuran penyajian inididasarkan pada jumlah makanan berlabel lain yang umum disantap orang dan digunakan dalam satuan ukuran berat, isi, atau takaran alat rumah tangga.

2. Lemak total

Lemak total selalu dicantumkan dalam setiap produk makanan, karenanya penting bagi kita mengetahui jumlah lemak ini.

Baca Juga: Rumah Tangganya di Ujung Tanduk, Istri Denny Cagur Nekat Minum Obat Pelangsing hingga Alami Hal Mengerikan

Perlu diketahui, diet harian yang dianjurkan bagi kebanyakan wanita adalah 1.600 kalori, jumlah lemak total dibatasi hingga 45 gram dan lemak jenuh hingga 17 gram.

Sementara itu, yang dianjurkan untuk pria dan wanita aktif adalah 2.200 kalori, dengan lemak total hingga 60 gram dan lemak jenuh sebanyak 24 gram.

3. Nutrisi

Bagian ini sangat lah penting sebab beberapa label makanan menuliskan beberapa klaim/pernyataan seperti “rendah-lemak” atau “berserat-tinggi”.

Sebaiknya kita jangan terkecoh dengan klaim seperti itu, terlebih jika sedang melakukan diet.

Baca Juga: Saat Makan Kita Perlu Mengikuti Pedoman Gizi Seimbang, Ini Alasannya

Baca dulu kandungan nutrisi pada labelnya dan bandingkan dengan batasan kalori harian masing-masing.

Seperti yang kita ketahui, biasanya zat gizi yang tercantum antara lain lemak, gula, kolestrol, sodium, karbohidrat, serat makanan, gula, protein, vitamin, kalsium, besi, dan fosfor.

Terkait gula, sodium dan lemak, Kementerian Kesehatan menganjurkan untuk membatasi konsumsinya.

Baca Juga: Liburan ke Korea, Ria Ricis Kembali Dapat Hujatan Setelah Makan Gurita yang Bisa Bikin Sakit Perut

Takaran per hari yang disarankan untuk gula tidak lebih dari 50 gram (4 sendok makan), garam tidak melebihi 2.000 mg natrium/sodium atau 5 gram (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak).

Jangan lupa untuk membandingkan kandungan ketiganya pada label makanan dengan anjuran Kemenkes.

4. Presentase Harian

Kolom presentase harian menyatakan berapa jumlah gizi yang dianjurkan dalam setiap sajian berdasarkan diet sebesar 2.000-2.500 kalori sehari.

 Baca Juga: Bukan Hanya Kekurangan, Kelebihan Gizi Juga Bahaya Bagi Anak

Angka tersebut bisa digunakan untuk membandingkan berbagai produk dan mencari tahu makanan mana yang lebih tinggi atau rendah nutrisinya.(*)

#gridhealthid #inspiringbetterhealth