Find Us On Social Media :

Seorang Pengusaha Indonesia Sudah Produksi Rapid Test Covid-19, Siap Disebar Tapi Terkendala Persetujuan Pihak Berwenang

Alat Rapid Test Covid-19

GridHEALTH.id - Korea selatan Hadapi Corona dengan melakukan tes virus corona secara masal.

Karenanya kasus infeksi corona di Korea selatan bisa ditekan sekali. Tapi tidak melakukan kebijakan LockDown.

Bagaimana di Indonesia?

Presiden Jokowi sudah tegas menyatakan tidak akan memberlakukan LockDown di Indonesia.

Baca Juga: 6 Gejala Tak Umum Virus Corona, Dari Kelelahan Mental Sampai Sakit Mata, Justru Paling Berbahaya

Sama seperti Korea Selatan.

Tapi bagaimana supaya penduduknya yang terjangkit virus SARS CoV-2 ini bisa ditekan?

Melakukan upaya seperti yang dilakukan pemerintah Korea Selatan bisa dicoba.

Apalagi sekarang sudah ada alat Rapid test Covid-19.

Pemerintah Indonesia pun melakukannya.

Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia mulai melakukan rapid test, dimulai dari Jakarta Selatan.

Baca Juga: Indonesia Negara Terdampak Virus Corona, Kalau Menurut Dokter Paru Ini Seluruh Warga Seharusnya Dianggap ODP

Setiap daerah pun mendapatkan jatah alat untuk melakukan rapid test Covid-19.

Tapi tahukah, ada seorang anak bangsa Indonesia yang ternyata telah memproduksi alat tes Covid-19 ini.

Malah Rapid Test hasil produksinya itu sudah mendapatkan lisensiedar dari tiga pasar penting di dunia.

Mulai dari Eropa dengan sertifikasi CE, India yang disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research, serta Amerika Serikat (AS).

Siapakah dia?

Baca Juga: Update Covid-19; Berita Baik Wabah Corona di Indonesia, Kemarin 103 Pasien Dinyatakan Sembuh

Baca Juga: Prediksi Redanya Pandemi Virus Corona di Indonesia Menurut Para Ahli

Dia adalah entrepreneur Indonesia bernama Santo Purnama.

Santo Purnama mengklaim berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk Covid-19 hanya dalam waktu 4 bulan.

Alat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing.

Proses pengetesannya hanya butuh waktu 10 menit.

Untuk harganya, cukup terjangkau. Sekitar Rp 160 ribu per unit.

Baca Juga: Cara Raja Thailand Isolasi Diri Hadapi Corona yang Mewabah di Negaranya

Santo Purnama mengembangkan teknologi pengetesan Covid-19 melalui perusahaannya, Sensing Self, yang berbasis di Singapura.

Resmi diproduksi sejak bulan Februari.

Amazingnya, untuk pasar Amerika, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal.

Pemerintah India bahkan telah memesan alat tes cepat Sensing Self sejumlah 3 juta unit.

Nah, sebagai warga negara Indonesia (WNI), Santo Purnama siap membawa alat tes mandiri ini untuk membantu Pemerintah Indonesia menanggulangi wabah Covid-19.

Tapi sayang, karena birokrasi perijinan, dirinya belum mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang untuk menyebarluaskan rapid test miliknya di Indonesia.

Baca Juga: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) : 'Kami Tetap Melayani, Meski Dalam Sebulan 12 Anggota Kami Jadi Korban'

Baca Juga: Keamanan Belanjaan Online Dari Penularan Infeksi Virus Corona

“Perang melawan Covid-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemi ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Indonesia bisa memberikan respon positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia," jelas Santo dalam keterangan resmi, Rabu (1/4).

Dia menambahkan, sudah empat pekan lebih Pemerintah Indonesia belum memberikan keputusan persetujuan terhadap alat tes mandiri ini. Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk memberikan persetujuan.

Baca Juga: Hadapi Corona, Lipi dan Danone Produksi Disinfektan dan Hand Sanitizer Khusus Untuk GugusTugas COVID-19

India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir.

Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan.

Santo Purnama mengatakan bahwa alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi, sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Apalagi untuk Indonesia. karenanya dirinya seorang WNI alias anak bangsa Republik Indonesia tercinta.(*)

Baca Juga: Berawal dari Seorang Siswa Alami Demam Berdarah, 300 Polisi Sukabumi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

#berantasstunting

#HadapiCorona 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pengusaha Indonesia ini klaim temukan rapid test mandiri untuk Covid-19