Find Us On Social Media :

Pemberian Makanan Pada Anak Saat Diare, Hindari Gorengan dan Makanan Tinggi Serat

By Soesanti Harini Hartono, Sabtu, 26 Juni 2021 | 17:00 WIB

Pemberian makan saat anak diare perlu benar-benar diperhatikan agar cepat pulih.

Faktanya, bayi yang menderita diare perlu disusui lebih sering untuk menggantikan cairan dan nutrisi penting yang hilang. Ini adalah mitos berbahaya yang dapat menjadi kontraproduktif dalam hal pemulihan yang sehat.

Bagi anak-anak yang bisa makan makanan padat, sebaiknya diberikan diet yang terdiri dari makanan yang tidak pedas dan mudah dicerna.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa sereal berbasis beras membantu mengelola diare persisten dengan lebih baik bersama dengan pengisian cairan dan elektrolit.

Dengan melengkapi oralit dengan sereal berbasis beras, seseorang tidak hanya merehidrasi anak, tetapi juga memperpendek durasi penyakit, mengurangi volume tinja dan mengurangi frekuensi diare dan muntah, sehingga membantu dalam pengelolaan diare secara holistik.

Orangtua terutama harus menghindari makanan yang tinggi serat, lemak atau lemak dan makanan yang sulit dicerna, produk susu seperti es krim dan keju , kacang polong, buncis, buah jeruk dan lain-lain seperti apel dan jambu biji.

Makanan kaya gula seperti kue dan kue juga harus dihindari. Jus buah konsentrat dapat memperburuk diare, jadi jangan diberikan pada anak selagi diare.

Baca Juga: Penyakit Lansia, Cara Mencegah Cedera Tulang Akibat Jatuh di Rumah

Orangtua perlu memberi anak makanan lunak selama sekitar tiga sampai empat hari setelah diare berhenti untuk memastikan pemulihan penuh.