Find Us On Social Media :

Asal Muasal Infeksi Virus Corona Penyebab Covid-19 Sejak 1965, Serta Penyebarannya

Awal mula infeksi virus corona.

GridHEALTH.idVirus corona menjadi salah satu jenis virus yang menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan di masyarakat.

Dilansir dari WebMD, Selasa (22/02/2022), para ilmuwan pertama kali mengidentifikasi virus corona pada masyarakat pada tahun 1965 dan meyebabkan penyakit flu biasa (common cold).

Beberapa dekade berikutnya para peneliti menemukan sekelompok virus manusia dan hewan yang serupa, lalu menamakannya berdasarkan penampilan mereka yang mirip seperti mahkota.

Terdapat beberapa jenis virus corona yang bisa menyebabkan penyakit infeksi pada mansuia.

- Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV)

- Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV)

- Swine Acute Diarrhea Syndrome Coronavirus (SADS-CoV)

- Serta beberapa jenis virus corona lain, seperti HCoV-NL63, HCoV-229E, HCoV-OC43, dan HCoV-HKU1.

Pada tahun 2002 virus corona SARS-CoV menyebabkan penyakit SARS di China dan menyebar ke sekitar 28 negara lain di dunia.

Baca Juga: Gelombang Ketiga Covid-19 Dapat Menyebabkan Penurunan Kognitif dan Fungsional, Studi

Lebih dari 8.000 orang terinfeksi SARS pada akhir Juli 2003 dan penyakit infeksi virus corona tersebut telah merenggut 774 nyawa.

Kemudian pada tahun 2012, MERS ditemukan di Saudi Arabia dan menyebabkan sekitar 2.500 terinfeksi.

Nah, pada akhir tahun 2019 lalu, ditemukan jenis baru virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 dan mewabah di seluruh dunia.

Melansir infeksiemerging.kemkes.go.id, virus corona jenis baru ini muncul pertama kali di Hubei, Wuhan, China dan diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Virus SARS-CoV-2 ini diduga berasal dari seekor kelelawar yang menularkannya ke hewan lain, sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

Karena menyerang saluran pernapasan, infeksi virus corona menyebabakan orang yang terinfeksi mengalami gangguan pada organ tersebut, seperti batuk kering dan sesak napas.

Selain itu, infeksi Covid-19 juga menyebabkan orang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius.

Penyebaran Covid-19 dapat terjadi melalui droplet (cairan kecil) yang dikeluarkan oleh seseorang yang terinfeksi ketika sedang batuk, bersin, ataupun sekadar berbicara.

Infeksi virus corona ini juga dapat menimbulkan penyakit saat seseorang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi, lalu memegang bagian wajah seperti hidung, mata, dan mulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu.

Baca Juga: 3 Persen dari 1.090 Pasien Covid19 Meninggal di Indonesia Adalah Anak dan Balita, Ini 11 Gejala yang Paling Sering Dialami

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rugerts University juga mendeteksi penyebaran Covid-19 melalui partikel RNA dari SARS-CoV-2 yang ada di udara.

Berdasarkan data yang ada di laman worldometers.info, kasus Covid-19 di seluruh dunia tercatat sebanyak 426.525.626 dengan angka kesembuhan mencapai 353.735.072.

Di Indonesia sendiri, pada Senin (21/02/2022), terjadi penambahan kasus baru sebanyak 34.418. Sehingga total kasus Covid-19 di Tanah Air tercatat sebanyak 5.231.923, dengan kasus aktif 530.671.

Pencegahan infeksi Covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, masyarakat yang sudah memenuhi syarat dapat melakukan vaksinasi Covid-19 dan vaksin dosis ketiga atau booster, untuk meningkatkan antibodi serta menghindari sakit parah jika terinfeksi.

Baca Juga: Jangan Salah Sangka, Ini yang Dimaksud PPKM Level 4 Menurut Pemerintah di 4 Kota Baru Tersorot