Find Us On Social Media :

8 Jenis Obat Menurunkan Koleterol Tinggi dan Cara Mengonsumsinya

Ada beragam obat kolesterol yang umum diresepkan dokter.

GridHEALTH.id - Ketika didiagnosis mengidap kolesterol tinggi, seseorang dapat diresepkan obat untuk menurunkannya.

Menurut laman my.clevelandclinic.org, ada beberapa obat kolesterol yang biasanya diresepkan dokter kepada pasien.

Masing-masing obat kolesterol yang ada diketahui memiliki fungsinya tersendiri.

Untuk lebih jelasnya berikut obat kolesterol yang bisa diresepkan dokter untuk pengidap kolesterol tinggi.

1. Statin

Ini adalah obat kolesterol yang paling sering diresepkan pada pasien.

Statin dapat menurunkan kolesterol tinggi menghalangi enzim HMG CoA reduktase yang digunakan hati untuk membuat kolesterol.

Statin juga disebut inhibitor HMG CoA reduktase.

Ini karena statin mampu:

Baca Juga: Waspadai Dislipidemia, Kolesterol Tinggi Jadi Ancaman Penyakit

- Meningkatkan fungsi lapisan pembuluh darah.

- Mengurangi peradangan (pembengkakan) dan kerusakan.

- Mengurangi risiko pembekuan darah dengan menghentikan trombosit saling menempel.

- Membuat plak (timbunan lemak) lebih kecil kemungkinannya untuk pecah dan menyebabkan kerusakan.

Manfaat tambahan ini membantu mencegah penyakit kardiovaskular (CVD) pada orang yang pernah mengalami kejadian seperti serangan jantung dan pada orang yang berisiko.

2. Inhibitor PCSK9

Inhibitor PCSK9 menempel pada protein permukaan sel hati tertentu, yang menghasilkan penurunan kolesterol LDL ("jahat").

Kelas obat ini dapat diberikan dengan statin dan biasanya untuk orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung yang belum mampu menurunkan kolesterol mereka dengan cukup dengan cara lain.

3. Turunan asam fibrat (fibrat)

Baca Juga: Hati-hati, Kolesterol Jahat Bisa Meningkat Karena Makan Es Krim

Turunan asam fibrat membentuk kelas obat kolesterol lain yang mengurangi kadar lipid (lemak) darah, terutama trigliserida.

Tubuh kita diketahui menciptakan trigliserida (lemak) dari makanan saat kita mengonsumsi kalori tetapi tidak membakarnya.

Turunan asam fibrat juga dapat meningkatkan kadar HDL, juga disebut kolesterol "baik", sambil menurunkan produksi LDL, kolesterol "jahat" hati.

Orang yang memiliki penyakit ginjal parah atau penyakit hati sebaiknya tidak mengonsumsi fibrat.

4. Sequestrant asam empedu (juga disebut resin asam empedu)

Kelas obat kolesterol ini bekerja di dalam usus dengan menempel pada empedu, cairan kehijauan yang terbuat dari kolesterol yang diproduksi hati untuk mencerna makanan.

Proses pengikatan berarti lebih sedikit kolesterol yang tersedia di dalam tubuh.

Resin menurunkan kolesterol LDL dan memberikan sedikit dorongan pada kadar kolesterol HDL.

5. Ezetimibe

Baca Juga: 6 Orang Ini Memiliki Faktor Risiko Besar Mengalami Kolesterol Tinggi

Kelas obat ini (ezetimibe) bekerja di usus untuk menghentikan tubuh menyerap kolesterol.

Inhibitor ini mengurangi kolesterol LDL, tetapi juga dapat mengurangi trigliserida dan meningkatkan kolesterol "baik" HDL.

Mereka juga dapat dikombinasikan dengan statin.

6. Asam nikotinat

Asam nikotinat, juga disebut niasin, adalah vitamin B kompleks.

Kita bisa mendapatkan versi over-the-counter (OTC) ini, tetapi beberapa versi hanya resep.

Niasin menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida dan meningkatkan HDL.

Jika kita menderita asam urat atau penyakit hati yang parah, sebaiknya tidak mengonsumsi niasin.

7. Minyak ikan atau asam lemak omega-3 dan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)

Jenis obat ini, yang digunakan untuk menurunkan trigliserida, biasa disebut minyak ikan.

Beberapa produk tersedia sebagai produk yang dijual bebas, sementara yang lain hanya dapat dibeli dengan resep dokter (asam eil eikosapentaenoat).

Berikut adalah dua hal yang perlu dipertimbangkan: Minyak ikan dapat mengganggu pengobatan lain, dan beberapa orang alergi terhadap ikan dan kerang.

8. Inhibitor adenosin trifosfat-sitrat liase (ACL)

Asam bempedoat bekerja di hati untuk memperlambat produksi kolesterol.

Biasanya diminum bersama dengan golongan obat statin, tetapi kita harus membatasi dosis jika meminumnya dengan simvastatin atau pravastatin. Patuhi arahan dokter.

Bagaimana cara meminum obat penurun kolesterol tersebut?

Saat kita minum obat, penting untuk mengikuti saran dokter. Jika sembarangan, dampak obat tersebut bisa membahayakan.

Misalnya, kita dapat secara tidak sadar melawan satu obat dengan meminumnya bersama obat lain.

Obat-obatan tersebut dapat membuat kita merasa sakit atau pusing jika tidak diminum dengan benar.(*)

Baca Juga: Healthy Move, 4 Pilihan Olahraga Terbaik untuk Turunkan Kolesterol