Find Us On Social Media :

7 Mitos Menstruasi, Nomor 4 Harus Diwaspadai, Jangan Sampai Kebobolan

Cuma mitos, saat menstruasi tetap ada peluang wanita hamil dan inilah mitos lainnya seputar menstruasi.

GridHEALTH.id - Wanita tentu mengalami siklus bulanan yang dikenal dengan istilah menstruasi.

Menstruasi adalah sebuah proses alami tubuh dan terjadi selama masa subur wanita, dari pubertas hingga menopause.

Namun seringkali menstruasi diasosiasikan dengan kepercayaan dan stigma-stigma tertentu, apalagi pembahasan mengenai menstruasi masih sering dianggap tabu, sehingga banyak wanita yang sulit memahami kebenaran yang ada, maka kenalilah mitos menstruasi yang perlu diketahui.

Berikut ini 7 mitos menstruasi yang perlu diperhatikan oleh wanita:

1. Menstruasi adalah Proses Keluarnya Darah Kotor

Mitos yang paling umum dikaitkan dengan menstruasi adalah menstruasi dianggap sebagai proses dari dikeluarkannya darah kotor, seringkali anggapan ini muncul karena warna darah yang tidak sesegar darah lainnya dalam tubuh.

Padahal warna merah muda hingga coklat tua yang biasanya keluar pada saat menstruasi merupakan proses oksidasi antara darah dan oksigen yang saling bereaksi, dan faktanya darah yang keluar pada saat menstruasi bukan hanya sekedar darah melainkan terdapat jaringan ekstra dari lapisan rahim dan sisa-sisa sel telur yang tidak dibuahi.

2. Tidak Menstruasi Berarti Hamil

Menstruasi pada sebagian wanita seringkali tidak datang secara teratur dan untuk wanita yang sudah menikah mungkin akan sering dikaitkan dengan menstruasi yang telat berarti hamil.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Sadar Bikin Siklus Haid Berantakan

Padahal nyatanya ada banyak faktor lain yang membuat seorang wanita tidak menstruasi atau menstruasinya terlambat, selain itu pertanda hamil, bisa juga sebagai pertanda pola makan yang tidak sehat, adanya penyakit, stres, berat badan berlebih, hingga ketidakseimbangan hormon seperti sindrom ovarium polikistik.

3. Saat Menstruasi Tidak Boleh Berolahraga

Mitos selanjutnya mengenai menstruasi adalah dilarang berolahraga selama periode menstruasi, hal ini dianggap sebagai sebuah mitos, karena tidak ada bukti ilmiah efek samping dari seorang wanita tetap berolahraga saat menstruasi.

Disarankan jika tetap ingin berolahraga saat menstruasi, pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat menghindari rasa nyeri dan carilah olahraga yang bisa meredakan rasa kram, seperti berjalan santai dan yoga.

4. Saat Menstruasi Tidak Akan Hamil

Saat menstruasi tidak akan hamil merupakan pernyataan yang tidak sepenuhnya dianggap benar, karena seorang wanita mungkin saja untuk hamil saat menstruasi terlebih jika memiliki siklus menstruasi yang pendek.

Jika seorang wanita sudah kembali memulai hubungan seksual menjelang periode menstruasi berakhir, diikuti dengan proses ovulasi, maka tidak menutup kemungkinan sperma bertahan dan menyebabkan kehamilan.

5. Saat Menstruasi Dilarang Keramas

Saat menstruasi dilarang keramas mungkin menjadi salah satu kalimat yang paling didengar oleh wanita, membuat wanita menjadi khawatir untuk melakukannya, karena begitu kuatnya sebuah kepercayaan ini.

Baca Juga: Wanita Penerima Vaksin Covid-19 Laporkan Perdarahan Jadi Lebih Banyak Saat Menstruasi

Jika dilihat berdasarkan data, belum ada penelitian lebih jauh mengenai larangan dan mitos ini, karena pada dasarnya jika seorang wanita sedang dalam tahap menstruasi, mandi dengan air hangat justru memberikan perasaan tenang dan membantu mengatasi kram ataupun nyeri yang dirasakan saat menstruasi.

6. Penggunaan Tampon pada Saat Menstruasi Akan Kehilangan Keperawanan

Mitos lainnya seputar menstruasi pada wanita adalah terkait penggunaan tampon yang dikhawatirkan dapat menyebabkan seorang wanita kehilangan keperawanan, namun ternyata berdasarkan hasil pengamatan penggunaan tampon tidak akan membuat seorang wanita kehilangan keperawanannya.

Akan tetapi benar adanya jika penggunaan tampon saat menstruasi akan sedikit merobek selaput dara wanita karena selaput dara akan meregang selama menampung darah, namun keperawanan wanita tidak hanya sebatas sobeknya selaput dara dan jauh dari selaput dara.

7. PMS Hanya Ilusi Wanita 

PMS atau dikenal dengan premenstrual syndrome adalah gejala awal yang dialami oleh seorang wanita saat akan mengalami menstruasi.

Faktanya, PMS bukanlah ilusi wanita, karena ini adalah sebuah sindrom yang nyata dan dapat diidentifikasi gejalanya, di mana ada wanita yang menyadari mengalami berbagai gejala PMS, seperti kembung, sakit kepala, perubahan suasana hati, stres, depresi, kelelahan, kram, dan gejala lainnya.

Ini semua karena PMS berhubungan dengan perubahan hormon selama siklus bulanan wanita dan umumnya gejala ini akan dirasakan 4 hari sebelum menstruasi dan mulai berkurang 2-3 hari setelah menstruasi dimulai.

Inilah ketujuh mitos menstruasi yang umum didengar di masyarakat, berhentilah untuk terlalu mempercayai sesuatu tanpa adanya bukti ilmiah pendukung.(*)

Baca Juga: Kini Ibu Hamil Wajib Lakukan Skrining Hepatitis B Saat Pemeriksaan Kandungan