Find Us On Social Media :

Rokok Jadi Faktor Risiko 4 Jenis Penyakit Dengan Kematian, Kesakitan, dan Beban Biaya Tertinggi di Indonesia

Rokok menjadi faktor risiko dari empat jenis penyakit dengan tingkat kematian, kesakitan, dan biaya tertinggi, mulailah berhenti merokok.

Rokok disebut memiliki 7.000 substansi toksik yang mengganggu proses penyampaian oksigen ke jantung dan seluruh tubuh.

Rokok dan Penyakit Jantung 

Indonesia sendiri berdasarkan data BPJS tahun 2021 menyebutkan sebanyak 7,7 triliun rupiah digunakan untuk penanganan penyakit kardiovaskular, dengan terbanyak adalah serangan jantung atau jantung koroner.

Penyakit jantung masih menjadi penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia dan pembiayaan kesehatan termahal di Indonesia.

Rokok berperan dalam membentuk penyumbatan pembuluh darah koroner (plak aterosklerosis) yang lama kelamaan akan mengganggu aliran oksigen dan nutrisi di jantung.

Jantung koroner menjadi penyakit jantung yang berbahaya, karena sewaktu-waktu sumbatan di dalam pembuluh darah koroner dapat pecah hingga menyebabkan saluran tertutup total.

Saat ini jantung koroner telah menyerang usia muda, rokok menjadi salah satu dari faktor risiko jantung koroner di usia muda dan sebenarnya dapat diubah.

Perokok pasif pun mengalami peningkatan risiko terkena penyakit jantung sebesar 25-30%.

"Jadi, masalah dari rokok ini tidak hanya untuk diri sendiri yang merokok, tetapi justru dengan lingkungan sekitar," kata dr. Radityo Prakoso selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI) menegaskan. 

Sehingga usia muda sebenarnya dihimbau untuk berhenti merokok agar terhindar dari jantung koroner atau serangan jantung.

Rokok dan Penyakit Lainnya

Baca Juga: Revisi PP 109 Tahun 2012 Tuai Pro-Kontra, Kepentingan Kesehatan vs Ekonomi Berbicara di Tengah Kondisi Indonesia Darurat Perokok Anak