Kenali Risiko dan Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil, Ini Cara Mencegahnya

Jangan sampai terlambat, inilah bahaya ibu hamil obesitas

Jangan sampai terlambat, inilah bahaya ibu hamil obesitas

GridHEALTH.id - Ternyata cukup berbahaya, inilah yang terjadi saat ibu hamil obesitas.

Obesitas adalah kelebihan berat badan dari berat badan normal.

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas apabila memiliki kelebihan berat badan di atas 120% daripada berat badan idelanya.

Obesitas disebabkan oleh energi yang masuk tidak seimbang dengan energi yang keluar.

Energi yang masuk lebih besar daripada energi yang keluar.

Baca Juga: Obat Ambeien yang Aman untuk Ibu Hamil, Usia Kandungan 8 Bulan

Selain itu, pola makan yang terlalu banyak lemak dan kalori juga dapat memicu obesitas.

Memiliki indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang tinggi selama kehamilan dapat berdampak besar pada kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi.

Kriteria Obesitas

Obesitas didiagnosis ketika BMI seseorang adalah 30 atau lebih tinggi.

Sementara itu, angka BMI dibawah 18,5 menunjukkan bahwa berat badan ibu dianggap kurang ideal.

Sedangkan, berat badan di atas normal dan obesitas pada populasi Asia ditunjukkan oleh angka BMI berikut:

Baca Juga: Risiko Hamil di Bawah Usia 21 Tahun, Anemia dan Lahir Prematur

1. 23-24,9 berarti berisiko obesitas

2. 25-29,9 adalah obesitas tingkat 1

3. 30 atau lebih adalah obesitas tingkat 2.Pada skala internasional, angka BMI 25 atau lebih berarti kelebihan berat badan.

BMI 30 hingga 34,99 masuk ke dalam obesitas tingkat 1.

Obesitas tingkat 2 berarti memiliki BMI 35  hingga 39,99.

Selanjutnya, BMI 40 atau lebih termasuk obesitas tingkat 3.

Risiko dan Bahaya Ibu Hamil Obesitas

Obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan risiko lebih besar terkena hampir semua komplikasi kehamilan.

Ini dapat mengakibatkan persalinan dini atau masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan komplikasi pada ibu, meliputi.

Baca Juga: Dunia Kekurangan Bidan, Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan Capai 800 Perempuan Setiap Jam

Preeklampsia

Ini adalah bentuk serius dari hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi), yang biasanya terjadi pada paruh kedua kehamilan atau segera setelah melahirkan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan kegagalan organ dan, dalam kasus yang jarang terjadi, kejang, serangan jantung, atau stroke.Diabetes gestasional

Kadar glukosa atau gula darah yang tinggi meningkatkan, kemungkinan kelahiran sesar dan memiliki bayi yang sangat besar.

Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes di masa depan, seperti halnya anak-anak mereka.

Apnea tidur obstruktif

Selama kehamilan, sleep apnea, di mana pernapasan berhenti dan mulai berulang kali, dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta masalah jantung dan paru-paru.

Tromboemboli vena (VTE)

VTE terjadi ketika gumpalan darah pecah di kaki atau lengan dan berpindah ke organ vital, berpotensi menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Komplikasi pada bayi bisa terjadi beberapa hal ini.

Baca Juga: Satu dari Dua Perempuan Meninggal Setiap Dua Menit, Saat Hamil dan atau Melahirkan

Keguguran atau lahir mati

Cacat lahir

Termasuk cacat jantung dan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Selain itu, mungkin lebih sulit bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi cacat tersebut di dalam rahim karena kelebihan lemak tubuh yang menghalangi pemeriksaan USG.

Kelahiran prematur

Bayi prematur berisiko mengalami masalah pernapasan, makan, dan tetap hangat.

Cedera saat lahir

Pasalnya, bayi jauh lebih besar dari rata-rata (makrosomia, biasanya didefinisikan sebagai berat lahir lebih dari 8 pon, 13 ons)

Mencegah ibu hamil obesitas

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh ibu hami dengan obesitas adalah sebagai berikut:a. Memeriksakan diri secara rutin ke Dokter Kandungan

Baca Juga: 4 Rekomendasi Salep Ambeien untuk Ibu Hamil, Ringankan Gejalanya

Pemeriksaan rutin ini dapat membantu ibu untuk memantau berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darahnyab. Menyusun Menu seimbangIbu dapat meminta tolong kepada ahli gizi untuk menyusun menu seimbang yang baik untuk ibu hamil dengan obesitasc. Batasi Asupan kaloriKalori diketahui dapat menjadi pemicu obesitas sehingga ibu hamil dengan obesitas harus membatasi asupan kalorinya.

Penelitian mengungkapkan bahwa, perempuan yang memiliki berat badan berlebih bahkan obesitas cenderung memiliki kehamilan yang sehat bila menurunkan berat badannya sebelum hamil.(*)

Baca Juga: Siapa Bilang Mengonsumsi Daging Kambing Bisa Membuat Ibu Hamil Keguguran? Padahal Dapat Jadi Sumber Protein