Find Us On Social Media :

Selain Nyeri Sendi, Inilah Gejala Asam Urat yang Kerap Diabaikan

Inilah gejala asam urat yang kerap terabaikan

GridHEALTH.id - Kenali gejala asam urat yang sering terjadi pada penyintas.

Melansir dari kemkes.go.id, penyakit asam urat disebut juga gout adalah salah satu jenis penyakit peradangan pada sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat.

Kondisi ini dapat terjadi pada banyak sendi, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di ibu jari kaki.

Memiliki beberapa asam urat dalam darah adalah normal.

Namun, jika kadar asam urat berada di atas atau di bawah kisaran sehat, hal ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Kadar asam urat yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat.

Tidak biasa memiliki kadar asam urat yang rendah dalam darah, tetapi kadar yang rendah dalam urine dapat menunjukkan kondisi kesehatan tertentu di mana seseorang mengeluarkan terlalu banyak asam urat dari tubuhnya sebagai limbah.

Normalnya, kadar asam urat dalam darah manusia berkisar antara 3,4 – 7,0 mg/dL pada laki-laki.

Pada perempuan antara  2,4 – 6,0 mg/dL dan 2,0 – 5,5 mg/dL pada kelompok anak-anak.

Umumnya, kadar asam urat tinggi ketika:

1. Untuk wanita, lebih dari 6 mg/dL

Baca Juga: Menyembuhkan Asam Urat dengan Ceri, Jadi Rahasia Alam yang Lezat dan Berkhasiat

2. Untuk laki-laki, lebih dari 7 mg/dL

Melansir dari clevelandclinic.org, serangan asam urat sangat menyakitkan dan bisa terjadi secara tiba-tiba, seringkali dalam semalam.

Gejala Asam Urat

Selain nyeri sendi, ada banyak gejala asam urat yang kerap tidak disadari.

Melansir dari Heatline, berikut ini ciri-ciri asam urat tinggi yang bisa jadi gejala serius.

1. Mudah lelah

Nyeri otot akibat asam urat menyebabkan pengidapnya cepat lelah bahkan demam karena mudah terkena flu.

Namun, kondisi ini sering terjadi ketika asam urat mencapai tingkat kronis.

2. Rasa sakit yang tak tertahankan

Gejala nyeri sendi semakin hebat saat malam hari.

Hal ini bisa disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda, termasuk perubahan suhu tubuh ataupun dehidrasi.

3. Tumbuh benjolan

Benjolan yang muncul di jaringan sendi tanpa alasan tertentu, disebut dengan tophi.Tophi umumnya dirasakan oleh pengidap asam urat kronis karena penumpukan kristal yang fatal.

Bila kondisi ini muncul, nyeri yang dirasakan akan lebih tajam dari sebelumnya.

4. Kerusakan sendi

Asam urat kronis dapat menyebabkan pembengkakan sendi dan peradangan kronis.

Baca Juga: Inilah Daftar Makanan yang Ampuh Bisa Menurunkan Kadar Asam Urat

Keduanya pada akhirnya berisiko menimbulkan komplikasi berupa kerusakan sendi.

5. Warna kulit yang memerah

Pada kasus asam urat, pembengkakan yang terjadi pada umumnya disertai juga dengan warna kulit yang memerah.

Saat terjadi peradangan di sendi, aliran darah akan meningkat di sana.

Hal itu pun kemudian membuat warna kulit berubah memerah.

Setelah kenal ciri-cirinya, jangan terlambat untuk menanganinya dengan obat penurunnya.

Obat-obatan yang dipilih umumnya memiliki 2 tujuan, yaitu mengatasi nyeri serta peradangan akibat serangan akut gout dan mencegah komplikasi artritis gout dengan mengontrol kadar asam urat.

Untuk mengatasi nyeri serta peradangan pada serangan akut gout, biasanya dapat digunakan beberapa jenis obat antara lain golongan NSAID (ibuprofen, indomethacin hingga celecoxib) untuk meredakan peradangan dan nyeri.

Golongan Colchicine yang digunakan untuk meredakan serangan akut gout hingga dapat mencegah terjadinya serangan berikutnya, hingga golongan kortikosteroid yang diminum ataupun diinjeksikan pada sendi dengan tujuan mengontrol peradangan dan nyeri.

Untuk pencegahan komplikasi dan mengontrol kadar asam urat, klinisi umumnya menggunakan golongan obat yang menghambat produksi asam urat.

Baca Juga: Bisa Dicari di Dapur, Obat Oles Alami Ini Ternyata Bisa Membantu Meredakan Asam Urat dengan Cepat