Find Us On Social Media :

Ternyata Ini Penyebab Steven Johnson Syndrome, Kondisi yang Dialami Kartika Putri

Kartika Putri jalani pengobatan steven johnson syndrome di Singapura.

GridHEALTH.id - Steven Johnson Syndrome tengah menjadi sorotan dan mungkin beberapa orang bertanya-tanya tentang penyakit ini.

Belum lama ini, selebriti Kartika Putri dikabarkan mengidap penyakit ini dan menjalani perawatan di Singapura.

Pada awal kejadian, ia mendapati luka kecil di bawah bibirnya yang terlihat seperti gelembung kecil.

Selain itu, ada juga luka lainnya yang memiliki kemiripan dengan ruam-ruam kecil.

Lantas, apa penyebab steven johnson syndrome, tanda-tanda, hingga cara mengobatinya?

Mengetahui Steven Johnson Syndrome

dr. Danny Surya, Sp.DVE, dokter dermatologi dan venerologi dari RSIA Tambak menjelaskan, steven johnson syndrome adalah suatu reaksi kulit dan mukosa. Ini termasuk penyakit yang langka.

"Umumnya disebabkan alergi akibat obat, (tapi) bisa juga karena infeksi," ujarnya saat dihubungi GridHEALTH, Rabu (28/2/2023).

Ini menyebabkan kematian sel, pelepasan epidermis atau lapisan paling luar dari kulit.

Sehingga, biasanya ditemui gejala steven johnson syndrome yang paling sering terjadi yakni ruam, luka lepuh, dan bisa mengelupas.

Perlu diketahui, penyakit ini berdampak pada selaput lendir, termasuk mata, alat kelamin, dan juga mulut.

Dokter Danny menjelaskan, jika memang memiliki tanda-tanda SJS, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga: Olahraga yang Ampuh Menghilangkan Jerawat, Solusi Alami Menjaga Kulit Sehat dari Dalam

"Kalau memang sudah ada tandanya, berupa lepuh atau lecet pada kulit, baiknya segera berobat. Terutama jika ada riwayat minum obat dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya.

Ini dilakukan agar steven johnson syndrome bisa segera terdeteksi dan pengobatan pun dapat dimulai secepatnya.

Pemeriksaan laboratorium tambahan, mungkin juga diperlukan untuk penyakit ini.

Komplikasi dan Penanganan

Diagnosis dini dan penanganan yang cepat dibutuhkan, untuk meghindari bahaya steven johnson syndrome.

"Pada SJS, terutam dengan area keterlibatan kulit yang luas, fungsi kulit sebagai barrier pelindung mengalami gangguan," katanya.

Ia melanjutkan, "Akibatnya dapat terjadi dehidrasi akibat keluarnya cairan dari kulit yang mengalami kerusakan dan memudahkan terjadinya infeksi."

Seseorang yang mengidap masalah kesehatan ini, sebaiknya menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga kondisinya bisa diobeservasi lebih lanjut.

Pengobatan steven johnson syndrome dilakukan dengan menyingkirkan obat-obatan yang menjadi pemicu alergi.

"Dilakukan terapi suportif antara lain diberikan infus untuk mengganti cairan (yang keluar dari kulit terkelupas)," jelasnya.

Penggunaan obat-obatan, seperti antibiotik, juga dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Obat kumur antiseptik untuk menangani gejala di mulut dan rujukan kepada dokter spesialis mata, bila penyakit ini berdampak pada mata. (*)

Baca Juga: Perlukah Memakai Sunscreen saat Hujan, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasannya