Saat ini telah dilakukan pendalaman dan investigasi untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian AB.
Perilaku bullying, dalam bentuk apapun, tentu tak dapat diterima. Terlebih bullying bisa dilakukan secara verbal, fisik, dan psikologis yang mengakibatkan korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya.
Atas kejadian ini banyak pihak yang menuntut agar kasusnya ditindak lebih lanjut agar tak ada korban lain yang berjatuhan. Namun sampai saat ini disebut belum ada laporan resmi yang masuk baik di polres maupin polsek jajaran Surabaya.
Berikut fakta-fakta dugaan bullying dokter muda di Surabaya seperti dikutip dari detik.com dan CNN Indonesia;
1. Masih menjalani stase bedah
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Moh Nasih mengatakan, AB baru saja menjalani stase bedah, atau bertugas di RSUD dr Soetomo selama tiga hari.
Baca Juga: HR-Positif, HER2-Negatif, Subtipe Kanker Payudara Metastatis Tertinggi di Dunia
Baca Juga: Tahap Awal Alzheimer Bisa Diketahui, Ini Dia Aneka Gejalanya
2. Diduga meninggal usai tenggak cairan pembersih
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mahasiswa AB meninggal dunia usai meminum cairan pembersih kimia. Aksi tersebut ia lakukan lantaran mendapat bullying dari seniornya.
Source | : | detik.com,CNN Indonesia |
Penulis | : | Soesanti Harini Hartono |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar