GridHEALTH.id - Penyakit asam urat tidak menyerang umur. Tak hanya lansia, kelompok usia muda pun juga bisa mengalaminya.
Asam urat alias gout, adalah peradangan sendi yang diakibatkan kadar asam urat yang tinggi dan menumpuk di persendian.
Saat mengidap penyakit ini, tubuh akan memproduksi terlalu banyak asam urat atau kesulitan untuk menghilangkan kelebihannya.
Mengutip Penn Medicine, kondisi ini akibatnya menyebabkan terbentuknya kristal dalam cairan sendi. Kristal inilah yang mengakibatkan sendi membengkak dan meradang.
Biasanya, hanya satu sendi yang terasa nyeri. Tapi, tak menutup kemungkinan ini akan menyerang sendi-sendi yang lainnya.
Sendi tersebut juga mungkin tampak hangat dan kemerahan, serta biasanya menjadi sangat sensitif sehingga ketika diletakkan selimut di atasnya, akan terasa nyeri.
Asam urat di usia muda bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari keturunan hingga gaya hidup yang kerap tidak disadari.
Inilah penjelasan lebih lanjut terkait hal-hal yang mengakibatkan asam urat pada orang-orang berusia muda.
Dilansir dari Healthline, genetik berperan dalam peningkatan risiko penyakit ini. Kondisinya melibatkan gen yang mengontrol pengangkut asam urat.
Jika salah satu dari gen yang berhubungan dengan kondisi ini memiliki variasi, hal itu dapat menyebabkan asam urat. Persentase penyakit ini diturunkan dalam keluarga sebesar 65 persen.
Mengonsumsi minuman beralkohol dalam kapasitas sedang hingga berat, meningkatkan risiko penyakit ini.
Baca Juga: Rasa Nyeri Hilang, Ini 4 Pilihan Terbaik Obat Asam Urat di Apotek
Sebagai contoh, seorang pria minum lebih dari minuman beralkohol per hari dan lebih dari satu minuman per hari untuk wanita.
Bir khususnya, dikategorikan sebagai minuman yang tinggi purin. Sebuah studi 2014 juga menegaskan bahwa anggur, bir, dan minuman keras lainnya dapat menyebabkan serangan asam urat berulang.
Jajanan kekinian baik itu makanan ataupun minuman yang disukai oleh anak muda, rata-rata mempunyai rasanya yang manis.
Dikutip dari Cleveland Clinic, standar penggunaan gula meja adalah setengah fruktosa (gula buah), yang terurai menjadi asam urat.
Apabila makanan atau minuman mempunyai gula yang tinggi, maka kadar asam urat dalam darah pun juga akan melebihi batas normal.
Indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi meningkatkan risiko asam urat, karena produksinya dalam darah yang juga bertambah.
Hiperurisemia telah dikaitkan dengan obesitas melalui peningkatan produksi dan penurunan eksresi urat ginjal.
Penyakit ini tak hanya membuat sendi nyeri, tapi juga akan membatasi gerakan. Padahal usia muda, dikenal dengan tingkat produktivitas yang tinggi.
Selain itu bila sering kambuh, maka ada risiko kondisi yang lebih serius mungkin terjadi. Sehingga, perlu diobati sebelum terlambat.
Dikutip dari laman Yankes.kemkes.go.id, pengobatan penyakit ini dilakukan dengan memberikan obat asam urat yang disesuaikan dengan tingkat keparahannya.
Obat tersebut digunakan untuk meredakan nyeri dan mencegah terjadinya kekambuhan di kemudian hari. Perubahan gaya hidup pun juga turut dilakukan, untuk mendukung efektivitas dari obat-obatan yang digunakan. (*)
Baca Juga: Rasakan Sensasi dan Manfaat Obat Asam Urat dari Sari Cuka Apel
Source | : | Cleveland Clinic,Penn Medicine,yankes.kemkes.go.id |
Penulis | : | Nurul Faradila |
Editor | : | Gazali Solahuddin |
Komentar