Hindari makanan berlemak tinggi dan pedas saat sahur. Pilih makanan yang ringan, mudah dicerna, dan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, roti gandum, atau sereal.
Pastikan untuk minum air yang cukup saat sahur untuk mencegah dehidrasi.
Hindari minuman berkafein atau berkarbonasi yang dapat memicu perut kembung dan mual.
Bagi porsi makanan sahur menjadi beberapa kali makan kecil daripada satu porsi besar. Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan pada lambung dan mencegah mual setelah makan.
Makan dengan perlahan dan nikmati makanan dengan baik.
Hindari makan dalam waktu yang terlalu singkat yang dapat membuat perut terasa penuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Jika Anda mengetahui makanan tertentu yang sering memicu mual setelah makan, hindari makanan tersebut atau kurangi konsumsinya selama bulan puasa.
Jika mual setelah makan sahur terjadi secara terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.
Dengan memerhatikan jenis makanan, porsi, dan pola makan yang sehat selama sahur, Anda dapat mengurangi kemungkinan mual setelah makan.
Tetap perhatikan reaksi tubuh Anda dan konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami masalah pencernaan yang berkelanjutan.
Semoga tips-tips di atas membantu Anda menjalani puasa dengan nyaman dan sehat. Semoga bermanfaat! (*)
Baca Juga: Menu Makan Sahur Tinggi Lemak, Amankah untuk Kesehatan? Cek Penjelasannya
Penulis | : | Ratnaningtyas Winahyu |
Editor | : | Ratnaningtyas Winahyu |
Komentar