Tekanan darah yang baik berisiko adalah 120/80. Tetapi angka terbaik untuk usia dan kesehatan lebih baik tanyakan dokter.
Periksa tekanan darah setidaknya sebulan sekali. Kita dapat membeli monitor tekanan darah di rumah atau menggunakan kios di apotek.
3. Jangan lupa minum
Jumlah darah di tubuh adalah sekitar setengah dari jumlah air. Jadi kita harus tetap terhidrasi agar tetap bergerak. Usahakan untuk 8 gelas air sehari. Kita harus minum lebih banyak jika berolahraga atau jika udara panas di luar.
Baca Juga: Puasa Ramadan, Kesempatan Bersihkan Saluran Pencernaan Dari Virus dan Bakteri
Baca Juga: 5 Manfaat Berenang Untuk Pasien Diabetes, Turunkan Gula Darah Hingga Bikin Langsing
4. Bekerja sambil berdiri
Duduk berjam-jam pada suatu waktu tidak bagus untuk sirkulasi atau punggung. Ini melemahkan otot-otot kaki dan memperlambat aliran darah di kaki, yang bisa menyebabkan gumpalan.
Jika bekerja di kantor, pertimbangkan meja berdiri sebagai gantinya. Mungkin perlu beberapa saat untuk membiasakan diri, tetapi hal ini bisa membuat katup di pembuluh darah kaki bekerja dengan baik, dan mengirimkan darah ke jantung.
5. Lakukan yoga ringan
Yoga adalah latihan berdampak rendah yang dapat mempercepat aliran darah. Ketika kita bergerak, itu membawa oksigen ke sel-sel darah.
Ketika kita bergerak, itu mengirimkan darah ke organ-organ tubuh, dan bila sudah mahir, posisi kepala terbalik (head stand) menggeser darah dari bagian bawah tubuh ke jantung dan otak.
6. Menyandarkan kaki ke tembok
Saat pergelangan kaki atau kaki omembengkak, cobalah pose yoga kaki-ke-dinding. Juga disebut viparita karani, ini cara mudah untuk mengirim darah ke arah lain.
Berbaringlah di lantai atau di atas matras yoga, dengan bahu kiri atau kanan dekat ke dinding.
Baca Juga: 4 Cara Mencegah Kutu di Rambut Kemaluan yang Sering Mengganggu