GridHEALTH.id - Seorang perawat medis di Puskesmas melaporkan Kepala Desa (Kades) Jatigono Kecamatan Kunir, Lumajang ke Polisi setelah mendapatkan penganiayaan.
Perawat tersebut mengaku dianiaya saat menangani seorang pasien yang kondisinya sangat mengkhawatirkan di UGD Puskesmas Kunir.
Dilansir dari dorronlinenews.com, cerita bermula ketika perawat yang bernama Rayi Ilhamifa dipanggil pihak Puskesmas untuk membantu temannya menangani seorang pasien berusia 10 tahun yang telah meninggal.
Padahal saat itu dirinya mengaku sedang libur dan tengah ikut membantu kegiatan antisipasi virus corona (covid-19) di tempat lain.
“Pada malam hari saya di telepon sama kepala UGD pada saat saya mengerjakan kegiatan Covid-19 virus Corona di tempat lain. akhirnya saya mendatangi UGD tanpa menggunakan baju dinas bahkan saya sedang libur," ungkapnya.
Baca Juga: Minum Minuman Panas Untuk Mencegah Penularan Virus Corona, Ternyata Ini Kata Ahli