Find Us On Social Media :

Terpuruknya Ekonomi Karena Pandemi Covid-19, Bukan Berarti Susu Kental Manis Jadi Solusi Gizi Anak Indonesia

Stunting indikator kurang gizi. Apa jadinya jika anak Indonesia tidak tercukupi gizinya akibat salah memilih.

Baca Juga: Tingkat Kesembuhan Kasus Covid-19 di Surabaya Cepat, Resepnya Diumbar Risma; Pokak Jahe

"Agenda strategis tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga di bidang-bidang mendasar lainnya baik yang penting bagi kehidupan rakyat kita, yaitu yang berkaitan dengan pendidikan, yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, dan juga bidang kesehatan," sambung Jokowi, dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar daring, Jumat (29/5/2020), seperti dilansir dari Liputan6.com (29 Mei 2020).

Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan cara yang mudah, murah, dan gampang dilakukan.

Semisal, dengan pola makan melalui program Isi Piringku, pola hidup bersihdengan gerakan PHBS yang harus ditingkatkan terus.

Baca Juga: Kasus Corona di Indonesia Masih Tinggi, Virus Antraks Sudah Menginfeksi 23 Orang di Gorontalo Sulawesi

Tak kalah penting juga adalah pola asuh. Karenanya pencegahan malnutrisi atau stunting ini harus dibarengi dengan perubahan perilaku, juga pemerintah harus didorong bisa melakukan intervensi asupan zat besi pada anak.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kondisi stunting yang masih tinggi di Indonesia menjadi sorotan Unicef.

Menurut Nutrition Specialist Unicef Sri Sukotjo, melansir Republika.co.id (3 Juni 2020), sebelum pandemi, "Satu dari tiga anak dari total balita di Indonesia mengalami stunting, kemudian jumlah anak sangat kurus sekitar 2 juta balita. Jadi, status gizinya belum optimal," ujarnya saat konferensi video di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (3/6).

Baca Juga: Surabaya Zona Hitam Covid-19, Tapi Walikotanya Disanjungan Menkes Terawan, Doni Monardo dan Risma Ungkap Sebabnya

Baca Juga: Forbes Ungkap Indonesia Posisi 97 dari 100 Negara Aman Corona

"Kondisi ini rentan. Status gizi anak-anak balita itu bisa turun. Kami khawatir," ujarnya.

Karena itu, dia melanjutkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat pedoman gizi pada masa pandemi dan masa new normal.

Mengenai cara mencukupi gizi anak di masa pandemi Covid-19, saat ekonomi terpuruk, GridHEALTH.id mewawancarai Dr. Eko Hari Purnomo, STp., MSc, dari Departemen Ilmu dan Tekologi Pangan, Institut Pertanian Bogor.

Menurutnya, mencukupi gizi, khususnya anak, adalah wajib, terlebih di masa pandemi Covid-10 sekarang ini. Karena hanya dengan cukup gizi imunitas bisa optimal, dan ini modal untuk melawan virus corona.

Nah, untuk bisa memenuhi kecukupan gizi di masa pandemi, hal utama yang harus dipahami, makanan bergizi tidak selalu harus mahal.

Baca Juga: Istrinya Hamil Terpapar Covid-19, Anak-anaknya Dirawat, Sang Kepala Keluarga Seorang Dokter Spesialis Meninggal karena Corona