Find Us On Social Media :

Benarkah Diabetes Bisa Sebabkan Rambut Rontok? Lihat Ini Faktanya

Jadi jelas diabetes sendiri bisa menyebabkan rambut rontok. Kita juga bisa kehilangan rambut sebagai efek samping stres akibat hidup dengan penyakit kronis, atau dari obat-obatan yang diminum untuk mengobati diabetes.

GridHEALTH.id - Tubuh penyandang diabetes tidak dapat memproduksi insulin, atau tidak dapat menggunakannya (insulin) secara efektif. Bisa juga mengalami dua hal ini sekaligus.

Untuk diketahui, insulin adalah hormon yang memindahkan gula dari makanan yang dikonsumsi,  dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk disimpan atau digunakan sebagai energi.

Jika tidak memiliki insulin atau tidak digunakan secara efektif, gula dapat menumpuk di darah. Kelebihan gula ini bisa merusak organ di seluruh tubuh. Termasuk mata, saraf, dan ginjal.

Ini juga dapat merusak pembuluh darah. Padahal pembuluh darah ini membawa oksigen ke seluruh tubuh untuk memberi makan organ dan jaringan.

Pembuluh darah yang rusak mungkin tidak dapat memberikan cukup oksigen untuk menutrisi folikel rambut. Akibatnya, kekurangan oksigen ini dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut yang seharusnya (normal).

Rambut biasanya melewati tiga fase. Selama fase pertumbuhan aktif, yang berlangsung selama dua tahun atau lebih, rambut tumbuh dengan kecepatan 1 hingga 2 cm per bulan.

Baca Juga: Wah, Stres Ternyata Juga Bisa Berimbas ke Rambut, Ini Buktinya

Baca Juga: Studi; Risiko Penyebaran Covid-19 di Pesawat Rendah Bila Semua Penumpang Memakai Masker

Rambut kemudian memasuki fase istirahat, yang berlangsung selama sekitar 100 hari. Setelah fase ini, sebagian rambut yang beristirahat rontok.

Diabetes dapat mengganggu proses ini, memperlambat pertumbuhan rambut. Menyandang diabetes juga dapat menyebabkan rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

Rambut rontok tidak hanya di kepala , juga bisa kehilangan rambut di lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Saat rambut tumbuh kembali, pertumbuhannya lebih lambat dari biasanya.

Orang dengan diabetes lebih cenderung memiliki kondisi yang disebut alopecia areata. Dengan alopecia, sistem kekebalan menyerang folikel rambut, menyebabkan bercak rambut rontok di kepala dan di bagian tubuh lainnya.

Jadi jelas diabetes sendiri bisa menyebabkan rambut rontok. Kita juga bisa kehilangan rambut sebagai efek samping stres akibat hidup dengan penyakit kronis, atau dari obat-obatan yang diminum untuk mengobati diabetes.

Beberapa penyandang diabetes juga memiliki penyakit tiroid, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Bicaralah dengan dokter jika mengalami gejala diabetes yang mengganggu, termasuk rambut rontok.

Rambut rontok di lengan dan kaki  sangat penting untuk dilaporkan karena ini bisa menjadi tanda aliran darah yang buruk.

Jika rambut rontok terkait dengan pengendalian diabetes, kita mungkin perlu menyesuaikan pola makan, gaya hidup, atau obat-obatan untuk menangani gula darah dengan lebih baik.

Setelah diabetes terkendali, kita akan melihat penurunan rambut rontok. Kita akan kehilangan lebih sedikit rambut dan akan menumbuhkan kembali lebih banyak dari rambut yang rontok. (*)

#berantasstunting #hadapicorona