Find Us On Social Media :

Yuk Cermati Pilihan Makanan Untuk Penyandang Diabetes Agar Tetap Sehat

Bagi penyandang diabetes, pilihlah makanan yang aman bagi kadar gula darahnya.

GridHEALTH.id - Pilihan makanan sangat penting ketika seseorang menyandang diabetes. Beberapa makanan lebih baik dari yang lain meskipun jenisnya sama.

Tidak ada yang benar-benar dilarang. Bahkan makanan yang mungkin dianggap sebagai "terburuk" dapat menjadi camilan sesekali - dalam jumlah kecil.

Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak Pada Rentang Usia Tertentu, Adakah Perbedaannya?

Namun makanan tersebut tidak akan membantu tubuh dari segi nutrisi, dan paling mudah untuk mengontrol diabetes jika tetap berpegang pada pilihan "terbaik" .

Zat tepung (Starch)

Tubuh membutuhkan karbohidrat. Tetapi kita tetap harus memilih dengan bijak. Gunakan daftar ini sebagai panduan.

- Biji-bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal, quinoa, atau millet

- Ubi panggang

- Makanan yang terbuat dari biji-bijian dan tanpa (atau sangat sedikit) gula tambahan

- Biji-bijian olahan, seperti nasi putih atau tepung putih

- Sereal dengan sedikit biji-bijian dan banyak gula

- Roti putih

- Kentang goreng

- Tortilla tepung putih

Sayuran

Konsumsi sayuran yang banyak agar tubuh selalu sehat. Namun ingat, kentang dan jagung dihitung sebagai karbohidrat.

- Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang

- Sayuran beku tawar, kukus sebentar

- Sayuran hijau seperti kangkung, bayam, dan arugula. Iceberg lettuce tidak terlalu bagus karena rendah nutrisi.

- Sayuran kalengan tanpa garam atau rendah sodium

Baca Juga: Sumber Air Masyarakat Desa di India Disesaki 2000 Lebih Mayat Korban Covid-19

Pilih berbagai warna: hijau tua, merah atau oranye (seperti wortel atau paprika merah), putih (bawang) dan bahkan ungu (terong).

Pedoman A.S. 2015 merekomendasikan 2,5 cangkir sayuran per hari.

- Sayuran kalengan dengan banyak tambahan natrium

- Sayuran yang dimasak dengan banyak mentega, keju, atau saus

- Acar, jika penyandang diabetes perlu membatasi natrium. Jika tidak, acar tidak apa-apa.

- Sauerkraut, dengan alasan yang sama seperti acar. Batasi jika memiliki tekanan darah tinggi.

Buah-buahan

Buah memiliki kandungan karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Sebagian besar secara alami rendah lemak dan natrium.

Tetapi buah-buahan cenderung memiliki lebih banyak kandungan karbohidrat daripada sayuran.

Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Dipantang Penderita Dibetes, Olahan Susu dan Sereal Termasuk

- Buah segar

- Buah beku atau buah kalengan tanpa tambahan gula

- Selai atau pengawet bebas gula atau rendah gula

- Saus apel tanpa gula

- Buah kalengan dengan sirup gula kental

- Gulungan buah yang kenyal

- Selai, jeli dengan pengawet (kecuali jika porsinya sangat kecil)

- Jus dan smoothies dengan tambahan gula

Protein

Penyandang diabetes memiliki banyak pilihan, termasuk daging sapi, ayam, ikan, babi, kalkun, makanan laut, kacang-kacangan, keju, telur, kacang-kacangan, dan tahu.

American Diabetes Association mencantumkan ini sebagai opsi teratas:

- Protein nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, atau tahu

- Ikan dan makanan laut

- Ayam dan unggas lainnya (Pilih daging dada jika memungkinkan)

- Telur dan produk susu rendah lemak

Baca Juga: 8 Gejala Diabetes yang Sering Kali Luput Dari Perhatian Kita

Cobalah untuk memasukkan beberapa protein nabati dari kacang-kacangan atau tahu, walaupun bukan vegetarian atau vegan.

Maka serat dan nutrisi yang didapat akan lebih karena tidak semua ada di dalam produk hewani.

- Daging goreng

- Potongan daging berlemak tinggi, seperti iga

- Daging babi

- Keju

- Unggas dengan kulit

- Ikan goreng

- Tahu goreng

Lemak, Minyak, dan Makanan Manis

Ketiga bahan diatas sangat susah untuk dihindari.

Tetapi dengan mengonsumsi jenis makanan tersebut tubuh lebih mudah untuk bertambah berat badan, sehingga membuat lebih sulit untuk mengontrol diabetes.

- Sumber lemak nabati alami, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, atau alpukat (tinggi kalori, jadi jaga porsinya tetap kecil)

- Makanan yang memberi asam lemak omega-3, seperti salmon, tuna, atau mackerel

- Minyak nabati, seperti minyak kanola, biji anggur, atau minyak zaitun

- Apa pun yang mengandung lemak trans akan sangat buruk untuk kesehatan hati. Periksa daftar bahan untuk mencari tahu apa saja yang "terhidrogenasi sebagian", meskipun dalam label tertulis ada 0 gram lemak trans.

- Lemak jenuh dengan porsi besar, yang sebagian besar berasal dari produk hewani, juga ada di minyak kelapa dan minyak sawit.

Tanyakan kepada dokter berapa batasan yang boleh dikonsumsi, terutama jika tidak hanya menderita diabetes namun juga menderita penyakit jantung. (*)