Find Us On Social Media :

Darurat Gelombang Panas di Eropa, Ini Tanda-tanda Fisik yang Harus Diperhatikan Dalam Suhu Ekstrem

Saat suhu naik hingga lebih dari 30 derajat Celcius, penting untuk memastikan kita tidak kepanasan.

 
 
 
 
GridHEALTH.id - Perubahan cuaca ekstrem telah menyebabkan beberapa negara Eropa sedang mengalami gelombang panas, yang bisa dibilang terburuk, dalam abad ini.

Bagaimana tidak, di Lisbon, Portugal dan Manchester di Inggris, pada minggu lalu dilaporkan suhu mencapai 44 derajat Celcius yang tentunya bisa dibayangkan betapa panasnya.

Belum lagi dikatakan bahwa gelombang panas ini akan menjadi lebih sering terjadi secara global dan bertahan lebih lama.

Asal tahu saja, jika tubuh terkena suhu ekstrem yang naik hingga lebih dari 30 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit), ada risiko kepanasan.Selama hari-hari yang panas, penting untuk memastikan bahwa kita dan orang-orang di sekitar kita idak kepanasan, terutama jikabekerja atau berolahraga di luar ruangan.

Meskipun tubuh kita memiliki cara untuk mendinginkan dirinya sendiri, terkadang ia menyerap lebih banyak panas daripada yang bisa dikeluarkannya."Ketika suhu tinggi, kita berkeringat lebih banyak, karena (penguapan) keringat mendinginkan tubuh secara eksternal," kata Dr. Jorg Schlaak, kepala dokter di Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ameos St. Clemens di Oberhausen, Jerman.

"Pada hari-hari yang sangat panas, ini menyebabkan kehilangan cairan hingga 2 liter lebih banyak dari biasanya."Berkeringat banyak juga menguras kadar garam tubuh. Jadi, jika kita tidak mengisi kembali cairan dan garam yang hilang, dan/atau terpapar sinar matahari terlalu lama, kita berisiko mengalami keadaan darurat panas.

Baca Juga: Lebih dari 1.000 Warga Portugal Meninggal Akibat Gelombang Panas

Baca Juga: Usir Nyeri Sendi Akibat Asam Urat dengan 5 Infused Water Ini

Inilah cara mengenali gejala dan mengambil tindakan pencegahan;

1. HeatstrokeIni terjadi ketika tubuh tidak mampu menghilangkan penumpukan panas cukup cepat dengan berkeringat.

Hanya dalam 10 hingga 15 menit, suhu tubuh dapat naik hingga lebih dari 40 derajat Celcius, demikian peringatan Pusat Pendidikan Kesehatan Federal Jerman (BZgA).Gejala heatstroke adalah panas, kulit kering bersama dengan detak jantung yang cepat, kram dan muntah.

Kehilangan kesadaran juga bisa terjadi. Heatstroke adalah keadaan darurat medis, jadi jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat setempat, bahkan jika korban heatstroke yang pingsan segera sadar kembali."Perawatan medis sangat penting," tegas Schlaak, yang mengatakan pengobatan utama adalah pemberian cairan intravena untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan garam tubuh.Sebelum paramedis tiba, bawa orang tersebut ke tempat yang teduh. Tubuh bagian atas mereka harus ditinggikan.Palang Merah Jerman (DRK) menyarankan untuk mendinginkan tubuh mereka juga, misalnya dengan kain basah. Namun, jangan menaruh es di kulit.

Baca Juga: Healthy Move, Manfaat Tak Terduga Jalan Kaki 5 Menit Setiap Satu Jam

Baca Juga: Pasien Operasi Bariatrik di Inggris Mengaku, Tubuh Memang Menjadi Langsing Tapi Tidak Menghilangkan Diabetes