Find Us On Social Media :

Traditional Chinese Medicine, Pengobatan Alami yang Semakin Banyak Penggemarnya

Akupuntur, salah satu teknik pengobatan TCM yang banyak penggemarnya.

GridHEALTH.id - Cina dikenal dengan pengobatan tradisional dan ramuan herbalnya. Bahkan pengobatan tersebut sudah ada sejak ribuan tahun dan ampuh untuk mengatasi masalah kesehatan.Pengobatan tradisional cina (Traditional Chinese Medicine/TCM) tidak hanya ada akupunktur dan bekas saja. Masih banyak pengobatan tradisional cina lainnya. Di antaranya pemberian obat herbal, moksibusi, pijt tui na, tai chi, dan auriculotherapy.

Menurut dokter Aryaprana Nando MBBS, MCMM, penyebutan tradisional sebetulnya kurang disukai praktisi TCM.

"Kami kurang suka penyebutan tradisional, karena berasumsi kuno. Padahal pengobatan cina berkembang terus. Bahkan laboratorium untuk pengembangan obat dan penelitian penyakit untuk TCM di Cina sudah seperti pengobatan medis yang merupakan pengobatan barat," jelasnya dalam GridHEALTH Dialogue dengan tema 'Mengenal Lebih Dekat TCM, Apa Manfaat Sesungguhnya' yang dilakukan secara live di instagram dan dipandu oleh reporter GridHEALTH.id Vanessa Nathania (09/08/2022).

Dokter Aryaprana yang juga dosen Prodi IV TCM di Universitas Medical Suherman di Cibinong mengatakan, TCM berpegang pada kitab tradisional dari zaman kaisar Cina kuno 5000 tahun lalu.

"Itu dasarnya. Tapi meski kitab kuno isinya relevan dengan kehidupan zaman sekarang. Jadi penyakit yang muncul sekarang, itu jawabannya ada sejak dulu."

TCM yang banyak digemari sekarang adalah akupunktur dan herbal. Akupunktur bahkan sudah dapat dipelajari di beberapa fakultas kedokteran di universitas di Indonesia.

Akupunktur adalah teknik praktisi untuk mestimulasi sejumlah titik spesifik yang ada di dalam tubuh.

Umumnya, metode ini dilakukan dengan cara menusukkan jarum ke titik-titik tersebut. Setidaknya ada 2000 titik akupunktur di dalam tubuh.

Baca Juga: Titik Pijat Mengatasi Asam Urat Saat Kambuh, Sesuai Pengobatan Tradisional Cina (TCM) Termasuk Obat Herbalnya

Baca Juga: Jangan Sampai Kebobolan, Ini Tanda Alat Kontrasepsi IUD Sudah Bergeser

Teknik akupuntur ini diyakini dapat mengembalikan keseimbangan antara yin dan yang. Tentunya, ini membuat aliran energi atau qi yang normal dapat mengalir ke seluruh tubuh untuk mengembalikan kesehatan serta pikiran.

Sedangkan untuk urusan obat, TCM dalam melihat obat berbeda dengan cara pandang farmasi. Obat herbal dan obat kimia berbeda.

"Herbal, baik obat minuman makanan dilihat dari sisi energinya. Dilihat dari yang bikin panas, bikin dingin, bikin sejuk. Contohnya, obat herbal Covid-19 kebanyakan bersifat dingin," jelas dokter Aryaprana.

TCM dengan pengobatan medis bisa saja dilakukan berdampingan. "TCM menggunakan pengobatan yang berbeda.

Ada beberapa kasus yang dengan pendekatan TCM bisa lebih baik, tapi kalau dalam kedokteran medis sudah dinyatakan kritis mungkin kita juga pendekatannya lebih paliatif karena tidak bisa menolong banyak juga."

Baca Juga: Studi Terbaru, Long Covid-19 Dapat Terjadi Pada 1 Diantara 8 Orang yang Terinfeksi Virus Ini

Baca Juga: Healthy Move, Low-Intensity Steady State , Tren Baru Aktivitas Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat

 Baca Juga: Para Pria Wajib Mencoba Kunyaza, Teknik Permainan Seks dari Afrika Bikin Wanita Orgasme Berulangkali

Karena TCM semakin banyak penggemarnya, dokter Aryaprana yang juga founder Indo TCM Center berpesan, bila ingin melakukan pengobatan TCM, datanglah ke tempat yang resmi yang memang melakukan TCM dengan kaidah yang benar.

"Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti obat herbal kalau menurut dokter memang tidak berbahaya, tetapi kalau membeli sendiri tanpa konsultasi, atau bahkan atas inisiatif sendiri berdasarkan media sosial jelas bisa membahayakan."

Dokter Aryaprana juga mengingatkan, kalaupun ingin membeli obat herbal, paling tidak sudah terdaftar di BPOM.

"Paling tidak sudah ada izin impor atau izin edar. BPOM juga sudah banyak meng-approve obat-obat herbal. Tapi ya itu tadi, jangan sampai kita mengonsumsi sendiri tanpa mengetahui dosisnya, isinya, atau apakah jenis penyakitnya memang membutuhkan." (*)