Find Us On Social Media :

Healthy Move, Orang dengan Obesitas Lebih Disarankan Olahraga Bersepeda, Ini Alasannya Kata Dokter

Mereka yang obesitas atau kegemukan disarankan bersepeda dulu.

GridHEALTH.id - Aktivitas kardiovaskuler atau aerobik merupakan bagian penting dari kebugaran jasmani. WHO menyarankan, semua orang di atas 18 tahun untuk melakukan setidaknya 150 menit kardio intensitas sedang setiap minggu (atau 75 menit kardio intensitas kuat) atau 30 menit per hari selama lima hari.

Rutin berolahraga terkait dengan lebih banyak manfaat kesehatan jangka panjang. Bersepeda dengan intensitas baik adalah salah satu cara untuk menggabungkan jenis gerakan ini.

Jika kita memiliki masalah sendi pinggul, lutut, atau pergelangan kaki, atau  hanya ingin mencegahnya di masa depan, bersepeda memberikan pilihan yang sangat baik, menurut Bianca Beldini, DPT, terapis fisik dan pelatih triathlon bersertifikat AS,  berbasis di South Nyack, New York. Amerika Serikat.

"Bersepeda dianggap berdampak rendah, yang berarti mengurangi tekanan pada sendi ekstremitas bawah. Dengan pengaturan sepeda yang tepat, bersepeda dapat menantang sistem keseluruhan seseorang tanpa beban berlebihan atau kekuatan yang merugikan melalui lutut.

Hal ini juga dikatakan oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dr Rumaisah Hasan Sp.KFR(K) menyarankan orang dengan kelebihan berat (obesitas) menurunkan berat badannya dengan bersepeda.

"Bersepeda merupakan kegiatan yang tidak membebani lutut. Itu sebabnya pada orang obesitas ketika mau melakukan aktivitas olahraga biasanya kami sarankan mulai dengan manajemen obesitas dulu," kata dia dalam webinar Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) bertajuk "Olahraga: Sehat, Gembira dan Berprestasi", Minggu (23/10/2022).

Baca Juga: Healthy Move, 6 Alasan Mengapa Bersepeda Baik untuk Kesehatan Kita

Baca Juga: Hipertensi Pada Ibu Hamil Bisa Berbahaya, Simak Dampak Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, berat badan berlebih salah satunya dapat ditandai dengan hasil pengukuran indeks massa tubuh (IMT) yang berada pada rentang 23-24,9. IMT lebih dari itu yakni 25-29,9 masuk dalam kategori obesitas I dan disebut obesitas II apabila IMT menunjukkan angka lebih dari 30.

Rumaisah yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PP Perdosri) itu mengatakan selain risiko membebani lutut, bersepeda juga mencegah kemungkinan cedera pada sendi dan telapak kaki.

Menurut dia, bersepeda bahkan dengan sepeda statis menghasilkan pembakaran kalorinya hampir sama seperti yang dilakukan di luar, terutama pada kelompok dengan berat badan berlebih dan obesitas.

Bersepeda yang stabil dan sedang membakar sekitar 300 kalori dalam 60 menit. Menurut Harvard Health Letter, orang dengan berat 70,30 kg dapat membakar sebanyak 298 kalori dalam 30 menit bersepeda, jika mereka mengayuh dengan kecepatan 12 hingga 13,9 mil per jam atau setara 19,31 km hingga 22,3 km per jam.

Rumaisah mengatakan, bersepeda termasuk salah satu contoh olahraga rekreasi yang banyak ditekuni orang-orang saat ini. Olahraga ini bermanfaat antara lain menguatkan jantung dan paru-paru, membakar lemak tubuh sehingga mereka yang rutin bersepeda biasanya memiliki tubuh ramping.

"Karena melibatkan banyak otot besar, lebih mudah mencapai berat badan ideal," demikian kata dia.

Baca Juga: Sederet Kebiasaan Buruk Penyebab Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

Baca Juga: Pengobatan Kanker Payudara dari Bahan Alami Tanaman Obat Herbal

Selain bersepeda, latihan treadmill juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih.

"Karena kalau berlari atau berjalan akan mencederai sendi. Target kita menurunkan dulu berat badan untuk menurunkan beban pada sendi. Kalau dipakai di lapangan untuk berjalan atau melakukan yang lain pun, ini akan memberikan sedikit tanda bahaya untuk sendi-sendinya," kata Rumaisah. (*)