Find Us On Social Media :

Mengapa Pasien DBD Butuh Transfusi Darah? Ini Kriteria dan Prosedur Pemberiannya

Pemberian darah untuk pasien DBD

GridHEALTH.id - Pasien demam berdarah atau DBD, beberapa di antaranya membutuhkan transfusi darah.

Penyakit ini termasuk infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty.

Virus yang masuk ke tubuh akan berkembang biak dan menyebabkan kerusakan di dalam tubuh pasien DBD.

Benarkah Pasien DBD Butuh Transfusi Darah?

Tidak semua orang yang mengalami demam berdarah membutuhkan transfusi darah.

Seperti diketahui, gejala DBD di antaranya demam tinggi hingga 40 derajat celsius, sakit kepala, nyeri otot, hingga bentol-bentol di tubuh.

Melansir Mayo Clinic, kondisinya dapat membaik dalam satu minggu. Tapi, dalam beberapa kasus, gejalanya bertambah parah dan mengancam jiwa.

Kondisi ini disebut sebagai demam berdarah yang parah atau sindorm syok dengue.

Demam berdarah hebat ini terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor, serta terjadi penurunan jumlah sel pembentuk trombosit.

Dalam kasus ini, darah untuk pasien DBD diperlukan untuk mengganti darah yang hilang karena pendarahan.

Transfusi darah akan dihentikan saat pendarahan yang dialami berhenti. Setelah itu, pasien DBD harus kembali beristirahat.

Pasalnya jika tetap beraktivitas saat infeksi DBD belum selesai, pendarahan dapat terjadi lagi.

Baca Juga: Kasusnya Melonjak Tiga Kali Lipat, Ini 4 Makanan yang Bantu Penyembuhan DBD