GridHEALTH.id - Tingginya penularan virus corona (Covid-19) di Ibu Kota, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.
Berdasarkan data dari corona.jakarta.go.id, Per hari Selasa (15/9/2020) kemarin, Ibu Kota mencatat kasus baru terbanyak dengan jumlah penambahan 1.076, sehingga total ada 56.175 kasus.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.306 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 76,0 %. Sedangkan yang meninggal telah mencapai 1.468 orang, dengan tingkat kematian 2,6 %.
Adapun positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,4 %. Sedangkan persentase kasus positif Covid-19 secara total sebesar 7,4 %.
Angka tersebut tentu sudah melebihi angka standar persentase kasus positif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni tidak lebih dari 5 %.
Baca Juga: Jangan Hindari Kuning Telur, Diperlukan Untuk Kesehatan Jantung, Otak, dan Mata
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut, bahwa 30 % warga DKI Jakarta rupanya merasa tidak mungkin berisiko atau kebal terhadap infeksi Covid-19.
Data itu didapatkan Doni melalui Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Hal itu disampaikan Doni dalam webinar bertajuk 'Arah Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19', Rabu (16/9/2020).
"Ada 30 % warga negara kita di DKI Jakarta yang masih merasa atau tidak khawatir terhadap virus ini. Saya ulangi lagi 30 % warga DKI yang tidak khawatir terhadap virus Covid-19 ini kemudian dia tidak mungkin risiko," kata Doni.
Lalu, kata Doni, Provinsi Jawa Timur dengan hasil yang menunjukan bahwa 29,20% warga tidak mungkin terkena Covid-19.
Sedangkan, 4,5 % warga merasa tidak khawatir terhadap virus Corona.
"Ini yang kita hadapi termasuk Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan juga daerah-daerah lain," ucap Doni.
Kepala BNPB ini pun menyebutkan, data survei tersebut menunjukan apa yang terjadi saat ini dimana angka penyebaran Covid-19 tertinggi terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Baca Juga: IDI Jakarta Pusat Lebih Setuju Ibu Kota di Lockdwon, Anies Pilih Kompromi dengan Berlakukan PSBB
Maka dari itu, Doni menilai, pentingnya meyakinkan masyatakat terhadap bahaya Covid-19 ini.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meyakinkan masyarakat bahwa Covid-19 ini nyata kok, ini adalah fakta, ini telah menimbulkan banyak korban yang sangat banyak. Jangan anggap enteng Covid-19 ini," tegas Doni.(*)
Baca Juga: Kesaksian Komedian Papham yang Dinyatakan Positif Covid-19; 'Gejalanya Kayak Orang Tenggelam'
#berantasstunting #hadapicorona
Source | : | tribunnews,corona.jakarta.go.id |
Penulis | : | Anjar Saputra |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar